Home / ACEH / Menristekdikti: Anak Bidikmisi Punya Kualitas yang Lebih Baik

Menristekdikti: Anak Bidikmisi Punya Kualitas yang Lebih Baik

img_4542

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH –Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak mengunjungi ribuan mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dan Afirmasi Pendidikan (ADik) Papua di gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Jumat 21 Oktober 2016.

Kunjungan tersebut merupakan kegiatan Temu Mahasiswa Bidikmisi dan Afirmasi Wilayah Aceh yang bertema “Menggapai Asa Memutus Mata Rantai Kemiskinan”.

Sebelumnya, Menristekdikti juga mengunjungi rumah dua mahasiswa Unsyiah penerima Bidikmisi di desa Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro dan desa Lam Ujong Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. 

Menristekdikti menyebutkan, program pemberian bantuan pendidikan ini merupakan upaya dari pemerintah dalam mengentaskan masalah pendidikan di Indonesia, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Program ini ditujukan bagi anak-anak Indonesia yang secara akademik nilainya baik, punya potensi akademik yang baik, tapi secara ekonomi kurang beruntung.

“Di perguruan tinggi anak-anak bidikmisi punya kualitas yang baik di seluruh Indonesia, dan harus terus kami dorong”, ujar Prof kepada wartawan di Gedung VIP AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.   

Ia menambahkan, bidikmisi tidak ada bedanya dengan program yang bukan bidikmisi, artinya bidikmisi punya kualitas yang sama dengan yang bukan bidikmisi.

Maka dari itu kami berharap anak bidikmisi jangan berkecil hati, semua sama saja. Jika orang bekerja keras maka akan mencapai cita-cita atau tujuan yang sama, pungkasnya.

Oleh sebab itu, Menristekdikti menegaskan, bahwa pada tahun depan dirinya akan berjuang untuk menaikkan jumlah penerima bidikmisi dan jumlah dana yang mereka terima. Saat ini jumlah beasiswa yang diterima mahasiswa Bidikmisi adalah sebesar Rp.600.000/orang.

“Meski saya tahu ini adalah hal yang sulit. Karena untuk menambah Rp. 100.000 saja, Pemerintah harus menyiapkan dana setengah triliun. Jumlah yang sangat besar karena penerima bidikmisi ada di seluruh Indonesia. Tapi kita akan perjuangkan itu,” ucapnya.

Dikatakan, saat ini pemerintah terus berusaha menyelesaikan permasalahan pendidikan dengan memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan.

Ia berharap, dengan diberikan bantuan Bidikmisi dapat membantu mengubah kehidupan keluarga dan juga membangun daerah dan Indonesia. 

“Semua anak-anak itu berpotensi di mata pemerintah. Mereka sejajar dan berhak mendapatkan pendidikan. Pemerintah berharap mereka mendapatkan pendidikan yang baik,” pungkas Prof Nasir.

REPORTER: MAKSALMINA

Apa Komentar Anda?

komentar