Wapresma UIN Ar-Raniry Misran (tengah) bersama mantan Presma UIn Sayed Fuadi dan Wakil Rektor III UIN
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Wakil Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Misran turut prihatin dengan persoalan yang dihadapi Nanda Feriana, mahasiswi Universitas Malikussaleh.
“Apa yang dialami Nanda Feriana merupakan sesuatu yang tidak biasa, kami dapat merasakannya bagaimana perasaannya tidak dapat ikut wisuda karena beberapa administrasi yang belum selesai,” kata Misran kepada Klikkabar.com. Kamis 20 Oktober 2016.
Setelah tidak dapat wisuda, Nanda pun kini terbelit dengan kasus hukum, setelah dosennya melaporkannya ke pihak kepolisian karena status facebook yang dirasa telah menyudutkan dosen tersebut.
“Terlepas dari persoalan sebelumnya, tentunya persoalan seperti ini tidak perlu dibawa ke ranah hukum, namun dapat diselesaikan di internal kampus, apalagi disana ada rektor, dekan dan para guru besar,” lanjut Misran.
Nanda Feriana
Menurutnya, seorang dosen itu adalah seorang guru, seorang pendidik, bukan hakim yang memvonis anak didiknya. “Nanda itu kan mahasiswi, dia anak didik yang harusnya dibina bukan malah dilaporkan ke polisi, kalau memang ada kesalahan, seharusnya diingatkan dan diberi pemahaman layaknya guru ke muridnya, apalagi Nanda telah ke rumah dosen itu untuk meminta maaf,” katanya.
Baca juga: Ini Pernyataan Nanda Feriana yang Akhirnya Diperkarakan Ibu Dosen
Terkait dengan status yang ditulis oleh Nanda, Misran mengatakan hal itu adalah bentuk kekecewaannya, dan merupakan sebuah kritikan yang harus disikapi dengan bijak oleh pihak kampus.
“Kami mahasiswa UIN Ar-Raniry akan memberikan support untuk Nanda agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik,” pungkasnya.
Sebagaimana beredar informasi, Nanda Feriana dilaporkan ke polisi oleh dosennya, setelah memposting status kritikan di facebook miliknya.
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan