Home / ACEH / Forum Eksekutif Alumni Protes Simbolisasi Yahudi di Logo “Baru” UIN Ar-Raniry

Forum Eksekutif Alumni Protes Simbolisasi Yahudi di Logo “Baru” UIN Ar-Raniry

Ilustrasi logo baru UIN Ar-Raniry yang memenangi sayembara

Ilustrasi logo baru UIN Ar-Raniry yang memenangi sayembara

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Forum Eksekutif Alumni UIN Ar-Raniry angkat bicara terkait perubahan logo UIN Ar-Raniry, yang menang dalam sayembara baru-baru ini.

“Kami melihat bahwa logo baru UIN Ar-Raniry telah memicu kegelisahan publik, maka dengan ini kami dari Forum Alumni UIN Ar-Raniry, menyampaikan enam rekomendasi untuk kemajuan UIN Ar-Raniry,” tulis Juru Bicara Forum Alumni UIN Ar-Raniry, Imam Juaini melalui siaran persnya. Minggu 16 Oktober 2016.

Pertama, logo baru UIN Ar-Raniry disinyalir publik diidentik dengan bintang david, yang merupakan simbol Yahudi. “Lambang Negara Israel ini dikhawatirkan akan memicu kegelisahan masyarakat Aceh secara meluas,” ujarnya.

Logo pemenang sayembara logo UIN Ar-Raniry

Logo pemenang sayembara logo UIN Ar-Raniry

Kedua, lahirnya logo baru kampus UIN Ar-Raniry dinilai publik tanpa mempertimbangkan aspek historis, adat budaya dan nilai-nilai keislaman. Kami berharap perubahan logo tidak dipandang secara sepele, karena logo ini mencerminkan visi dan misi serta kebanggaan cita-cita rakyat Aceh.

Ketiga, “kami menilai logo yang dimaksud telah mencederai martabat akademik dan marwah rakyat Aceh. Sepertinya, sayembara logo dimaksud tidak partisipatif dan transparan. Bahkan, informasi yang kami terima sayembara tersebut tidak ada keterlibatan publik terutama civitas akademika di internal kampus,” lanjut Imam.

Keempat, sebagai alumni mereka sangat menyesalkan panitia dan dewan juri yang tidak peka dengan sejarah lahirnya kampus Ar-Raniry. Semangat Keacehan dan spirit Darussalam luput dari penilaian dewan juri. Untuk itu, dewan juri harus segera mempertimbangkan kembali logo tersebut serta meminta agar logo itu dibatalkan dan dilakukan sayembara ulang.

1476619903115

“Kelima, kami menuntut kesadaran pimpinan kampus terutama pihak rektorat segera urung rembuk. Tuntutan kami tegas “batalkan” logo tersebut . Ini beralasan agar tidak memunculkan kegaduhan publik secara meluas,” tegasnya.

Dan terakhir, mereka khawatir dengan perubahan logo yang demikian akan memunculkan konflik laten di internal kampus. “Jangan-jangan soal logo ini ada pihak yang bermain untuk tujuan tertentu. Karena itu, kami mengharapkan logo baru nantinya ada uji kelayakan publik dan melibatkan civitas akademika Ar-Raniry secara menyeluruh,” pungkas Imam.