Home / ACEH / Surat Bebas Narkoba untuk Syarat Masuk Sekolah di Aceh Mulai Diwacanakan

Surat Bebas Narkoba untuk Syarat Masuk Sekolah di Aceh Mulai Diwacanakan

images-32

KLIKKABAR.COM, LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mewacanakan surat rekomendasi bebas narkoba bagi pelajar. Jika wacana itu terlaksana, surat rekomendasi tersebut akan menjadi syarat untuk masuk sekolah.

Hal itu disampaikan oleh Suaidi Yahya saat meluncurkan program Saleum Sikula di SDN 12 Banda Sakti Lhokseumawe, Kamis 6 Oktober 2016. Surat bebas narkoba bisa menjadi penegas identitas pelajar yang terlindungi dari narkoba.

“Surat rekomendasi bebas narkoba tersebut sifatnya sama seperti surat bisa mengaji yang sudah diterapkan oleh Pemkot Lhokseumawe. Siswa yang ingin masuk sekolah harus bisa mengaji yang dibuktikan dengan surat yang dikeluarkan oleh balai pengajian. Untuk masalah, narkoba harus ada surat bebas narkoba,” ujar Wali Kota Lhokseumawe.

Surat bebas narkoba dikeluarkan oleh BNNK setempat. Lembaga tersebut mengeluarkan surat yang menyatakan pelajar yang bersangkutan bebas dari penyalahgunaan narkoba dan dapat diterima di sekolah.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang semakin marak dewasa ini. Suaidi menyadari, narkoba saat ini mengincar anak dan pemuda untuk menumbuhkan pangsa pasar baru.

Sindikat narkoba ingin permintaan pasar terhadap narkoba meningkat. Pemuda dan anak-anak diarahkan agar dapat menjadi pecandu. Dengan semakin banyaknya jumlah pecandu, peredaran narkoba semakin marak.

Pencegahan narkoba harus dilakukan dengan langkah-langkah prevantif sebagai upaya menggempur dari segala arah bahaya narkoba tersebut. Wali Kota menjelaskan, harus banyak taktik dan strategi agar penyalahgunaan narkoba untuk masa yang panjang ke depan tidak meluas.

Dia mengatakan, dengan adanya kewajiban surat bebas narkoba tersebut, apabila ada yang terindikasi menggunakan narkoba dapat segera dilakukan upaya rehabilitasi. Suaidi mengatakan, surat rekomendasi bebas narkoba ini sebagai upaya preventif terhadap dampak yang lebih besar lagi akan bahaya narkoba.

Sementara, Program Saleum Sikula merupakan inovasi yang dilakukan oleh BNNK Lhokseumawe. Sasarannya para pelajar tingkat sekolah dasar. Guru memainkan peran sebagai penyuluh bahaya narkoba. Selain memberikan mata pelajaran, guru dapat berperan memberikan pemahaman mengenai bahaya menyalahgunakan narkoba.

Sedangkan, pelaksanaannya diberi saat awal proses belajar dan akhir belajar dengan metode sederhana yang mudah diingat oleh murid. Program ini pertama dilakukan di Lhokseumawe dan akan diberlakukan di seluruh Kota Lhokseumawe. (rol/antara)

Apa Komentar Anda?

komentar