Home / ACEH / Kala Calon Kepala Daerah Pidie dan Aceh Barat Bersua di Atjeh Connection

Kala Calon Kepala Daerah Pidie dan Aceh Barat Bersua di Atjeh Connection

Calon Bupati Aceh Barat, Fuad Hadi dan Calon Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud berbincang-bincang bersama pemuda Aceh di Jakarta di Atjeh Connection Gajah Mada

Calon Bupati Aceh Barat, Fuad Hadi dan Calon Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud berbincang-bincang bersama pemuda Aceh di Jakarta di Atjeh Connection Gajah Mada. Jumat malam, 7 Oktober 2016.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Dua calon kepala daerah yang maju melalui jalur independen di Pilkada Aceh terlihat bersilaturrahmi di Coffee Shop The Atjeh Connection yang terletak di Jalan Gajah Mada, Jakarta. Jumat malam, 7 Oktober 2016.

Dua calon tersebut adalah Fuad Hadi yang maju sebagai Calon Bupati Aceh Barat, dan Fadhlullah TM Daud yang maju di Kabupaten Pidie sebagai wakil Roni Ahmad atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abusyik Sufi.

Kepada Klikkabar.com, Fuad Hadi mengatakan niatnya maju sebagai Calon Bupati Aceh Barat sangatlah sederhana. “Lon kiban cara aneuk muda ban tebleut mata beu na dituho jak (Saya ingin ketika anak muda membuka matanya, ia tau harus kemana),” katanya.

Menurutnya persoalan utama di Aceh Barat saat ini adalah banyaknya para pemuda yang masih menganggur tanpa pekerjaan dan tanpa kepedulian dari pemerintah.

Fuadi mengungkapkan cara paling sederhana untuk mengurangi pengangguran adalah dengan menciptakan sebanyak-banyaknya industri.

“Tentunya industri tidak dapat terwujud tanpa adanya pengembang, oleh karenanya kita akan mengumpulkan para pengusaha untuk berinvestasi. Salah satu sektor industri yang dapat dibangun di Aceh Barat adalah industri minyak goreng,” sebut Fuadi.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari luasnya kebun sawit yang ada di Aceh Barat. “Kita harus meyakinkan para investor, bahwa melihat industri minyak goreng bukan hanya untuk didistribusikan di wilayah Aceh Barat saja, melainkan menjadi kebutuhan nasional.”

Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan dan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat untuk membuat sebuah regulasi agar industri minyak goreng di Aceh Barat menjadi kebutuhan nasional.

Selain industri minyak goreng, Fuadi juga menyebutkan bahwa kacang dan nilam juga sangat berpotensi untuk dikembangkan, “orang singapura mengakui bahwa nilam Aceh Barat adalah yang terbaik di dunia. Dan saya bisa membawa investor di Singapura untuk berinvestasi di tempat kita,” ungkapnya.

Sedangkan Calon Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud saat ditanyai tentang tujuannya maju di Pilkada menjawab, bahwa ia ingin berbuat sesuatu bagi daerahnya agar bisa menjadi lebih baik, apalagi selama ini ia melihat banyak hal yang perlu dibenahi di kabupaten penghasil kerupuk mulieng itu.

“Yang paling penting dalam pembangunan sebuah daerah adalah pemerintah dapat menjamin pelayanan publik yang baik bagi masyarakat. Dan hal ini yang belum berjalan di Pidie, bayangkan saja masyarakat di daerah Geumpang harus pulang balik dari Sigli yang bejarak kurang lebih 100 KM hanya untuk mengurus KTP,” kata Fadhlullah.

Kedepan ia bersama Abusyik akan melakukan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. “Apa yang dibutuhkan masyarakat itulah yang akan kita lakukan”.

Seperti yang dikatakan oleh Abusyik, “Gle Blang Laot” (gunung, sawah dan laut). Tiga wilayah itu harus digali secara optimal dan baik untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Bersama masyatakat kita akan menggali tiga potensi tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Fadhlullah mengatakan, selama ini gunung, sawah dan laut belum dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan perekonomian. “Lihat saja pengairan di sawah saja masih bermasalah, padahal sawah di Pidie sangatlah luas”.

Saat disinggung persoalan pariwisata di Pidie, ia secara tegas mengatakan, Pidie punya potensi destinasi wisata yang sangat banyak, bahkan wisata islami maupun wisata alam itu ada di Pidie hanya saja belum terkelola.

“Kita akan mempersiapkan beberapa daerah di Pidie yang potensial untuk wisata agar dikelola secara baik, seperti di Tangse, Geumpang, Keumala, Guha Tujoh, Batee, Kota Sigli, Simpang Tiga dan wilayah lainnya.”

Selain itu, pembangunan di Pidie juga harus disinergikan dengan pembangunan nasional. “Seperti revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, tentunya sangat layak untuk diwujudkan di Pidie, hanya saja revolusi mental yang berbasis syariat Islam,” tutupnya.

Apa Komentar Anda?

komentar