Home / ACEH / Ada Kampanye Lebay di Aceh, ini Sikap FPCB

Ada Kampanye Lebay di Aceh, ini Sikap FPCB

Sayed Fuadi

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pemuda Forum Politik Cerdas Berintegritas (FPCB) Wilayah Aceh menolak keras kampanye yang terlalu berlebihan yang dilakukan oleh kandidat maupun tim suksesnya pada Pilkada Aceh 2017 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah Aceh FPCB, Sayed Fuadi, Jumat 7 Oktober 2016. “Kami menolak keras kampanye lebay menjelang Pilkada Aceh 2017. Kampanye lebay yang dimaksud adalah kampanye yang dilakukan para kandidat berbentuk money politik,” katanya.

Ia mencontohkan seperti beberapa hari lalu yang diberitakan oleh media, bahwa ada salah satu kandidat kepala daerah yang bagi-bagi uang untuk menghadiri kegiatannya.

“Ini sangat miris bagi kami generasi mudah Aceh. Kemudian yang kami anggap lebay juga adalah seperti janji-janji kampanye yang berlebihan, bahkan terkesan membohongi rakyat. Kami pikir rakyat punya imajinasi tersendiri dalam menentukan pilihannya,” lanjut Mantan Presiden UIN Ar-Raniry ini.

Menurutnya, rakyat tau mana pemimpin yang layak untuk Aceh. Asalkan tidak ada pembohongan dengan janji-janji manis yang belum tentu kebenarannya.

Sementara itu, “Untuk sampul atau stiker mobil pribadi yang tertera foto kandidat tertentu. Ini juga bahagian dari cara berkampanye lebay. Para kandidat rela membayar mahal untuk rental mobil di Medan hanya demi bergayaan dalam proses kampanyenya. Kami pikir para kandidat jangan terlalu mubazir menghamburkan uang. Bukankah mubazir tersebut cara kerjanya syaitan. Seperti disebutkan dalam sebuah hadist Al mubazziru ikhwanus syaitan. Lantas kenapa kita melakukannya,” tegas Sayed Fuadi.

Anggota FPCB

Anggota FPCB

Ia juga menyoroti tentang kekerasan dan intimidasi menjelang Pilkada, saling teror dan adu jotos antar timses juga bahagian dari tindakan yang lebay. Seharusnya Aceh sebagai wilayah yang menganut syariat Islam bisa memberikan contoh pada daerah lain bagaimana cara berpolitik yang santun.

“Saling mencintai dan menghargai antar satu sama lain. Namun ketika dihadapkan pada tingkat berpolitik yang berlebihan. Sehingga tak sedikit juga timbulnya korban, tentunya ini sangat kita sayangkan. Kepercayaan pada Tuhan harus menjadi modal utama dalam kita berpolitik, tanpa mendahulukan nafsu kekuasaan yang berlebihan. Sudah cukup politik hitam dan kampanye lebay para tim. Mulailah bangun politik cerdas dan berintegritas sesuai dengan anjuran syariat. Kekuasaan bukan segalanya. Namun kekompakan dan persaudaraan kita. Menjadi icon untuk bumi endatu ini,” sebut tokoh muda Aceh yang berasal dari Pidie ini.

Ia meminta kepada para kandidat dan tim sukses untuk benar-benar berjalan pada rambu yang telah ditetapkan, “kampanye lebay menjadi awal dari perpecahan kita. Jadi kami sebagai generasi muda Aceh yang berkecimpung dalam dunia politik menolak keras kampanye lebay. Karena pada kampanye lebay terletak pemicu dan nilai pancing saling berlomba untuk lebih hebat dalam konteks lebay,” tutup Sayed Fuadi.

FPCB merupakan sebuah forum para politikus muda yang terdiri dari siswa dan mahasiswa. Forum jni mulai berdiri pada 29 September 2016.

Apa Komentar Anda?

komentar