Home / ACEH / [Opini] Membentuk Karakter Jujur Pada Generasi Muda

[Opini] Membentuk Karakter Jujur Pada Generasi Muda

munawar-sigli

Oleh : Munawwar

Penulis melihat begitu pentingnya membentuk generasi muda yang memiliki sifat atau karakter jujur, apalagi generasi muda ini nantiknya akan mengantikan generasi tua, dan itu adalah siklus yang alami terjadi. Toh generasi tua pun tidak sanggup apabila tanggung jawab tersebut selalu di berikan kepada mereka.Perkembangan zaman mengharuskan lahirnya suatu ide, atau gagasan baru , dan tentu tanggung jawab ini sangat cocok untuk di berikan kepada generasi muda. Menurut hemat penulis akan sangat efektif apabila gagasan baru tersebut di emban oleh generasi muda, karena pemikiran generasi tua cenderung membawa sesuatu kepada masa mereka muda dahulu, melihat hal itu maka akan menimbulkan suatu pemaksanaan agar zaman modern seperti ini tidak di terapkan secara komprensif, malah di kembali kepada masa mereka.

Salah contohnya, ialah dapat kita lihat daerah yang cenderung di isi oleh generasi tua pada tempat-tempat struktural maka lambat di dalam menyikapi akan era teknologi informasi yang serba cepat sekarang ini. artinya di sini bahwa generasi muda tetap harus mengantikan genarasi tua. Persiapan di dalam membentuk bibit generasi muda yang unggul harus di canangkan, agar bisa mementik hasil yang baik, karena melahirkan generasi muda yang baik dan bagus sangat sulit, proses pembentukan yang benar adalah salah satu cara yang harus di lakukan, perkembangan era globalisasi yang melanda dunia Internasional sekarang ini, ternyata juga berdampak di negara Indonesia, perkembangan globalisasi ini mempengaruhi karakter generasi muda.

Globalisasi dewasa ini telah memasuki fase yang lebih canggih lagi daripada sebelumnya maka hal ini tentunya, sangat berperan di dalam membentuk prespektif generasi muda, apalagi setiap manusia memiliki daya tangkap yang berbeda-beda, cenderung seseorang memiliki daya tangkap di dalam melihat sesuatu, dan juga mendegar sesuatu, dan ada juga yang bisa kedua-duanya.

Melihat realita itu, tentunya membuat kita begitu khawatir akan masa depan generasi muda kita, di tambah lagi perkembangan era globalisasi ini juga memiliki dampak yang begitu negatif  di dalam membentuk generasi muda ini, Data yang dirilis oleh Kejati Aceh kasus narkoba pada tahun 2013 sebanyak 1.270 kasus, sedangkan kasus asusila mencapai 178 kasus. Sedangkan medio Januari-September 2014 Kejati Aceh telah menangani kasus narkoba sebanyak 682 perkara dan asusila 103 perkara Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli juga mengatakan hal senada. Hal yang membuat ia prihatin konsumsi narkoba di Aceh sudah bergeser dari konsumsi ganja menjadi konsumsi sabu-sabu. Bahkan sudah merambah pada remaja dan juga pelajar. (merdeka.com)

Oleh sebab itu mengawasi dan juga memberikan pendidikan agama yang komfrensif adalah salah satu langkah yang sangat tepat agar bisa menghandang hal tersebut, apalagi membentuk karakter generasi muda yang jujur tidak akan teralisasi apabila ada generasi muda yang terlibat dengan narkoba, yang mana setiap generasi muda yang telah terlibat dengan narkoba ini maka akan memiliki kecenderungan perilaku yang buruk, salah hal yang kerap dilakukan oleh berbohong, apabila hal ini dilakukan setiap hari maka lambat laun generasi ini akan menjadi pembohong besar dan selanjutnya akan melakukan berbagai hal yang menyimpang daripada perilaku yang seharusnya.

Apabila setiap hari lahir 1 generasi seperti ini maka coba bayangkan apabila kita kalikan dengan dengan seminggu, maka dalam satu kampung akan lahir 7 orang penipu. Sehingga apabila hal ini di jadikan sebagai suatu yang wajar, maka negara kita menjadi negara yang buruk, dimana masyarakat berada dalam kondisi yang buruk dikarenakan tidak terpenuhi segala kebutuhannya.

Islam Memandang Kejujuran

Islam adalah agama Rahmatal lil’alamin, yang mana rahmatal lil’alamin di sini memiliki makna bahwa Islam menjadi agama yang sempurna, di saat Islam datang yang lainnya juga memperoleh akan kenikmatan yang tidak terhingga-tingga. Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengupas akan pandangan Islam terhadap kejujuran.

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya; Bukanlah umatku apabila memiliki sifat sebagai pembohong“

Dari hadist di atas dapat kita pahami, bahwa Rasulullah sangat tegas melarang umatnya untuk memiliki perilaku sebagai pembohong, maka dari pada itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam sangat tidak mentoleransi akan perilaku seperti itu. Apabila kita mengkaji lebih dalam lagi, mengapa Islam sampai melarang untuk berperilaku tidak jujur, Pertama, untuk menujukkan bahwa Islam adalah agama yang benar, karena sesuatu yang benar akan diperoleh daripada sikap yang jujur, tentu sangat tidak mungkin apabila seorang pembohong akan memperoleh hal yang baik.

Imam Bukhari meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “(perhatikan) tiga hal: barang siapa yang sanggup menghimpunnya, niscaya akan mencakup iman yang senpurna. Yakni, (1), jujur terhadap diri sendiri, (2), mengucapkan salam perdamaian kepada seluruh dunia dan (3), mendermawakan apa yang menjadi kebutuhan umum.

Dari uraian hadist di atas semakin menguatkan bahwa jujur adalah cerminan perilaku umat Islam, oleh karenanya apabila ada umat Islam yang tidak berlaku jujur maka sudah barang tentu keimanannya perlu dipertanyakan maupun ketaqwaannya.

Membentuk Karakter Jujur 

Menurut hemat penulis membentuk karakter jujur pada generasi muda dewasa ini tidaklah mudah, hal ini disebabkan dengan perkembangan era globalisasi yang semakin cepat, dimana pada era globalisasi ini, uang adalah hal yang sangat utama, hal ini dapat kita lihat dengan banyak tokoh politik, pengusaha dan sebagainya, yang terlibat dengan korupsi, padahal korupsi ini ialah suatu perilaku yang sangat menyimpang, namun dikarenakan dewasa ini orientasi sesesorang adalah cost, maka menghalalkan apapum, yang terpenting adalah memperoleh kekayaan yang melimpah.

Menurut hemat penulis ada beberapa cara yang patut untuk terapkan guna membentuk karakter jujur pada generasi muda, pertama,memcontohkan sikap jujur pada anak, untuk point pertama ialah memiliki pengertian bahwa orang tua disini harus mengajari anaknya untuk memiliki perilaku jujur, dan salah satu cara yang tepat dan harus dilakukan ialah mencontohkan kepada anak, seorang anak memiliki sifat sangat suka meniru sesuatu yang dilihatnya, dan tentu dengan memberika contoh selalu bersikap jujur, maka secara perlahan-lahan hal ini akan terekam di dalam benak seorang anak.

Kedua, menciptakan lingkungan yang positif, sebagai orang tua, tentu harus mampu mendidik anaknya secara baik, dan selalu mengawasi adalah salah hal yang patut untuk dilakukan, begitu halnya dengan peka terhadap lingkungan sekitar, apabila kita saksikan realita sekarang, banyak generasi muda tidak berhasil memilih lingkungan yang tepat atau lingkungan yang positif, kecenderungan yang menimpa generasi muda ialah, mereka terdorong oleh lingkungan untuk melakukan yang buruk, di mana lingkungan ini merupakan aspek penting di dalam membentuk karakter seseorang, maka dari pada itu membawa atau mengarah anak untuk masuk ke dalam lingkungan positif ialah suatu keharusan yang mesti di lakukan oleh orang tua.

Ketiga, memasukan ke sekolah yang tepat, menurut hemat penulis yang ketiga ini ialah salah satu bagian terpenting untuk mendorong terbentuknya karakter, sekolah, ialah salah lembaga yang memiliki fungsi memberikan pembelajaran kepada objeknya dan objek di sini ialah peserta didik, maka tentunya memilih sekolah yang baik dalam hal ini sistem pengajarannya yang terpola dengan baik, artinya disini, sekolah ini memiliki tujuan yang baik bagi anak kita ialah terciptanya sifat jujur, karena kepintaran adalah sesuatu yang mudah untuk di dapati namun memiliki sifat jujur sangat susah di dapati, perlu proses yang terpola dengan baik, baru bisa membentuk sifat jujur.

Kita percaya bahwa masa depan bangsa ini ada, negara kita tidak memiliki kekurangan jumlah orang pintar, namun negara kita memiliki persoalan yaitu, kurangnya orang yang memiliki sifat jujur, artinya sifat jujur disini ialah tidak mengambil yang bukan haknya, maka dari pada melahirkan orang-orang yang memiliki sifat jujur adalah keharusan yang mesti dilakukan. Semoga kedepan negara kita semakin baik, terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dengan lahirnya generasi yang memiliki sifat jujur. Amiin!!

Penulis Merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, Jurusan Ilmu Politik.