Home / ACEH / Mungkinkah Sistem Informasi Dayah Diterapkan di Aceh?

Mungkinkah Sistem Informasi Dayah Diterapkan di Aceh?

unnamed-58

Oleh : Teuku Rahmad Danil*

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran informasi teknologi dewasa ini telah membuka cakrawala berpikir dan budaya manusia kearah yang lebih baik dan efisien. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat, dapat mendorong terciptanya akses informasi ilmu dan pengetahuan. Demikian pula pelayanan sarana pendidikan dalam hal ini pendidikan islam, yaitu dayah atau pesantren, penerepan teknologi terkini dipadukan dengan sistim informasi sangat diperlukan dalam rangka pencapaian target-target tertentu demi menghadirkan informasi cepat, akurat dan pelayanan prima kepada calon santri, para orang tua santri dan masyarakat umum.

Menurut data dari Badan Dayah (Badan Pembinaan dan pendidikan Dayah) Propinsi Aceh, jumlah dayah (pesantren) di Aceh berjumlah 1045 dayah. Ke 1.054 dayah dari berbagai jenis di Aceh per tahun 2015. Data ini diperoleh berdasarkan hasil survey Badan Dayah Provinsi Aceh pada akhir 2014 lalu. Rinciannya dayah salafi tipe A 32 dayah, tipe B 86 dayah, dan tipe C 318 dayah. Sementara dayah terpadu tipe A 39 dayah, tipe B 43 dayah, dan tipe C 34 dayah. Serta non tipe 359 dayah. Aceh memiliki dua jenis dayah yaitu dayah salafi dan dayah terpadu atau modern. Selain itu, dayah salafi juga dibagi dalam beberapa tipe. Tipe A diberikan kepada dayah yang telah memiliki sarana dan prasarana yang sudah memadai, serta memiliki 100 hingga 150 santri.

Sementara dayah salafi Tipe B diberikan kepada dayah yang sarana dan prasarananya masih harus dipenuhi serta memiliki 75 hingga 100 santri. Untuk dayah salafi yang masih membutuhkan dana pembangunan, baik untuk bilik santri dan sebagainya serta hanya memiliki 25 santri akan dimasukkan dalam Tipe C. di Aceh juga terdapat dayah modern dari Tipe A yang memiliki 150-200 santri, Tipe B 100-150 santri, dan tipe C yang memiliki 50-100 santri. “Artinya apabila tidak memenuhi kuota tersebut maka belum dapat dikatakan dayah.

Dayah di Aceh merupakan lembaga pendidikan islam tradisional  dan modern yang bertujuan untuk membimbing generasi Islam secara umum melalaui pendidikannya untuk menjadi manusia yang berkepribadian islami. Lulusan dan alumni dayah dididik sanggup menjadi sosok yang berguna bagi kehidupan masyarakat luas secara total. Para pendiri dan pengasuh dayah merupakan tokoh sentral dalam sebuah masyarakat. Para teungku dayah bahkan memimpin masyarakat baik secara sosial maupun politik.

Tidak sedikit ulama-ulama dayah yang terkenal, baik dari segi keilmuannya juga dari sumbangsihnya kepada negara. Dayah seringkali menjadi tempat rujukan setiap permasalahan sosial dan politik ditengah masyarakat Aceh. Teungku-teungku dayah senantiasa menjadi penasehat utama pemerintah yang berkuasa, disinilah diperlukan hubungan yang harmonis antara ulama (teungku-teungku dayah) dan umara (pemimpin) untuk mewujudkan Aceh yang damai, sentosa, aman, sejahtera dan bersinergi meciptakan Aceh yang bebas dari kemiskinan dengan potensi zakat. 

Minimnya informasi tentang dayah ditengah-tengah masyarakat membuat para orang tua calon santri atau siswa hanya mendapatkan informasi dari media massa seperti  koran, di spanduk-spanduk yang dipajang atau kabar mulut yang didengar dari orang lain, warga sekitar. Maka dari itu seiring perkembangan teknologi dan informasi terutama internet sekarang ini membuat diperlukan adanya suatu sistim informasi dayah, yang memuat informasi  dan data tentang sarana pendidikan islam yang ada diseluruh Aceh. Memudah masyakarat untuk akses ke lembaga dayah untuk mengetahui sejumlah informasi untuk modal awal menitipkan anak-anak mereka untuk di didik di dayah yang ingin dituju tersebut

Bayangkan jika sistim informasi dayah itu diterapkan dan diimplemtasikan bukan hanya mengetahui tentang kualitas dan mutu dayah yang sudah terkenal saja, namun akan tetapi luas dari itu, seperti profil dan kategori dayah, sejarah dayah, luas serta daya tampung dayah,prestasi yang sudah diraih, sarana dan prasarana yang dimiliki dayah dimaksud,  informasi terkini tentang dayah dengan sejumlah program dan mutu pendidikannya serta lain sebagainya yang layak untuk diketahui oleh publik.

Untuk itu, kita berharap kepada pemerintah Aceh dalam hal ini Badan Dayah untuk menghadirkan dan dapat menerapkan sistim informasi berbasis dayah di Aceh guna untuk kepentingan dunia pendidikan islam khususnya sehingga  bermamfaat untuk menjaring generasi muda penerus bangsa untuk menuntut ilmu di lembaga dayah, yang lebih mengedapankan ilmu agama dan juga ada ilmu umum lainnya. Kita melihat generasi atau anak-anak yang sekolah di lembaga umum seperti SMP dan SMA lebih cepat terpengaruhi oleh budaya asing, tawuran, perkelahian, pergaulan bebas dan narkoba, karena sistim pengawasan yang dilakukan oleh orangtua belum seberapa dan seintensif di dayah. Jadi kepada para orang tua dan masyarakat umum titiplah anak-anak di dayah atau lembaga islam lainnya untuk menyelamatkan generasi Aceh di masa akan datang. Semoga!

*Penulis adalah Bagian Akuntansi, Audit dan Pelaporan/Penata Laporan Keuangan PDAM Tirta Krueng Meureudu Pidie Jaya, Aceh.

Apa Komentar Anda?

komentar