
OLEH : MUHAMMAD SALDA, S.Sy
KLIKKABAR.COM – SEMAKIN dekat pesta demokrasi Aceh, tensi perpolitikan juga semakin meningkat. Pembicaraan calon ini dan itu juga semakin semarak di berbagai tempat, dari kedai-kedai kopi hingga ke seminar-seminar yang formal.
Wajar saja, Pilkada merupakan ajang lima tahunan untuk memilih pemimpin yang akan menakhodai wilayah dan rakyat ini. Pilkada juga menjadi hajat dan hajatan sebahagian orang.
Namun Pilkada bukanlah sebuah pertandingan bola, yang harus berlomba-lomba show forces atau menunjukkan kandidat mana yang paling banyak massa saat deklarasi.
Lihat saja, pasca deklarasi Partai Aceh kemarin, banyak yang berdebat tentang massa yang dibawa oleh Partai Aceh, ada yang mengatakan jumlah mereka lebih sedikit dari tahun lalu dan juga mempertanyakan mengapa massa Partai Aceh hanya sedikit kali ini.
Ada juga yang membandingkan, jumlah pendukung Partai Aceh yang datang saat itu dengan massa Tu Sop di Bireuen saat deklarasi pencalonannya sebagai calon bupati.
Jika kita masih berdebat tentang, sedikit atau banyaknya massa saat deklarasi, sepertinya sangatlah tidak elok. Hari ini yang kita laksanakan adalah pemilihan kepala daerah yang akan memimpin negeri ini, bukan sedang menonton pertunjukkan sepakbola.
Seharusnya, yang diperdebatkan atau dikupas adalah visi misi atau gagasan dan ide dari para calon kandidat yang saat ini sudah muncul. Gagasan dan ide kandidat harus dikupas dan didiskusikan sesuai dengan kondisi Aceh kekinian.
Dari sanalah akan tanpak, gagasan atau ide tersebut dapat direalisasikan atau hanya sekedar ‘cet langet’. Inilah yang penting untuk dibahas, sehingga dapat melahirkan Pilkada yang berkualitas.
Saat ini, Aceh yang sedang mencoba bangkit pasca tsunami dan konflik yang brrkepanjangan, tentunya membutuhkan gagasan dan ide-ide yang cemerlang, yang sesuai dengan realita, bukan malah nantinya masyarakat akan percaya dengan ide dan gagasan bodong yang mustahil untuk diimplementasikan apalagi untuk direalisakan.
Pembangunan Aceh kedepannya, haruslah direncanakan secara matang dan tersistematis. Inilah ouput yang diharapkan dari Pilkada. Jangan sampai Pilkada yang menggunakan anggaran begitu besar hanya melahirkan ide dan gagasan yang tidak dapat dijalankan.
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan