Imran Pase, mantan kombatan GAM wilayah Pase.
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pernyataan bakal calon Gubernur Aceh periode 2017-2022, Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya tentang tidak pentingnya bendera bintang bulan terus menuai kritikan dari berbagai kalanga masyarakat Aceh. Terutama dari kalangan mantan kombatan GAM.
Saat menyambangi redaksi Serambinews pada Selasa 10 Mei 2016, Apa Karya menyampaikan pernyataan bahwa bendera bintang bulan itu tidak penting akan tetapi yang dibutuhkan oleh masyarakat Aceh adalah kesejahteraan, bahkan Apa Karya meminta agar bendera dilempar ke parit.
Menanggapi hal tersebut, mantan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Pase, Imran Pase mengatakan bahwa statement Apa Karya itu sama sekali tidak mencerminkan sebagai mantan petinggi GAM.
“Apa Karya sudah seperti orang yang tidak waras lagi. Pernyataannya sama sekali tidak beretika dan hanya asal bunyi saja,” ujar Imran Pase kepada Klikkabar.com, Sabtu 14 Mei 2016.
Menurutnya, Apa Karya seharusnya mampu bersikap bijak terhadap apapun persoalan yang ada dalam internal, tidak perlu menceritakan pada orang lain, apalagi sampai menghina dan mencercanya.
Lanjut Imran, dengan statementnya itu, Apa Karya telah melupakan jati dirinya sebagai mantan petinggi GAM yang dulunya sama-sama berjuang untuk hak masyarakat dan Bangsa Aceh.
“Hari ini Apa Karya telah melupakan sejarah dasar, hari ini Apa Karya telah kehilangan jati dirinya sebagai pejuang Bangsa Aceh,” ungkapnya.
“Bahasa seorang Zakaria Saman di koran harian Serambi Indonedia tidak lebih dari haba urueng ka jawai,” tambah Imran Pase.
Dikatakannya, seharusnya Apa Karya mampu memposisikan atau menjelaskan antara ekonomi (kesejahteraan) dengan persoalan bendera, karena itu punya qanun yang berbeda.
“Bendera adalah lambang kekhususan Aceh, bendera adalah marwah Bangsa Aceh, bendera adalah sebagai bukti telah tercapai sebuah kesepakatan damai yang abadi antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka. Sementara kesejahteraan adalah tanggung jawa semua elemen pemerintahan,” pungkasnya.
Ekonomi dan kesejahteraan memang sangat peting, tapi bendera juga punya tempat tersendiri yang harus diperjuangkan sebagai indentitas bangsa dan simbol perdamaian. Untuk apa kekayaan harta hingga triliunan jika harga diri kita telah hilang..?
“Ekonomi Aceh dengan bendera itu ibarat darah dan daging yang sama-sama penting dalam tubuh manusia,” cetus Imran Pase lagi.
“Apa karya sudah stres. Kita melihat hari ini bahwa lebih pintar anak SD ketimbang Apa Karya yang sudah go luar negeri. Seharusnya ia sebagai tokoh yang punya peranan penting dalam perjuangan bisa bijak dalam bersikap. Tapi sayang, Apa Karya hari ini telah menampakkan kebodohannya. []
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan