Home / ACEH / Almanak Aceh, Begini Urutan Bulan dan Hari dalam Bahasa Aceh

Almanak Aceh, Begini Urutan Bulan dan Hari dalam Bahasa Aceh

Screenshot_2015-12-08-16-55-24

Salah satu bulan dalam Almanak Aceh.

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Almanak Aceh sudah resmi diluncurkan. Selain beredar di ‘dunia nyata’, kalender ini juga dapat diunduh melalui aplikasi di store resmi Android. Lantas, apa yang membedakan kalender ini dengan kalender pada umumnya?

Sebagaimana diketahui, kalender yang umum digunakan saat ini adalah kalender masehi. Kalender masehi ini menggunakan penanggalan berdasarkan jarak waktu revolusi bumi terhadap matahari, yakni 365 atau 366 hari (tahun kabisat) dalam setahun.

Nah, sebaliknya, Almanak Aceh, merujuk penjelasan tim penyusun yang diterakan dalam aplikasi Android Almanak kalender Aceh itu, menganut perhitungi revolusi (perjalanan bulan mengelilingi matahari) bulan. Kalender ini mengadopsi kalnder arab/Islam yang lazim kita kenal dengan nama kalender hijriah (atau qamariah, yang berarti harfiah bulan dalam bahasa Indonesia).

Untuk itu, tak heran nama hari dan bulan dalam almanak Aceh pun diambil dari bahasa Arab. Contoh aleuhat (dari kata ahad) untuk hari Minggu dan Seulanyan (dari kata Itsnaini) untuk hari Senin.

Karena mengadopsi kalender hijriah, urutan bulan dan tanggal almanak Aceh persis mengikuti kalender bulan Arab tersebut. Lalu, apa-apa sajakah nama bulan dan hari dalam almanak Aceh tersebut? Dirangkum dari Almanak Aceh terbitan Institut Peradaban Aceh dan Lembaga Wali nanggroe Aceh, inilah nama bulan dan hari dalam kalender Aceh:

Untuk bulan Muharram, almanak Aceh menyebut nama Buleun Asan Usen. Penyebutan ini untuk mengenang syahidnya cucu Rasulullah, Hasan dan Husain yang jatuh pada bulan Muharram. Saphar disebut dengan Sapha. Kemudian Rabiul Awal dikenal dengan nama Buleun Molot (merujuk kepada kelahiran Rasulullah) dan Rabiul Akhir dikenal dengan nama Adoe Molot. Adoe Molet dikuti dengan Molet Keuneulheuh untuk bulan Jumadil Awal.

Jumadil Akhir disebut dengan Buleun Khanduri Boh Kaye, sementara Rajab dikenal dengan nama Buleun Khanduri Apam. Syakban, bulan selanjutnya dalam kalender hijriah disebut Buleun Khanduri Bu.

Ramazan disebut dengan Buleun Puasa, diikuti dengan Buleun Uroe Raya untuk menyebut Syawal. Sementara Dzulqaidah dan Dzulhijjah dikenal dengan nama Buleun Meuapet dan Buleun Haji.

Sementara, untuk urutan hari, dari Minggu hingga Sabtu dalam adalah Aleuhat, Seulanyan, Seulasa, Rabu, Hameh, Jumat, dan Satu. []