
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Damai.., Sebuah kata yang begitu berarti di Aceh, kenapa tidak? Setelah puluhan tahun Aceh hidup dalam dentuman senjata, pengungsi yang terlunta-lunta dan kekerasan yang terjadi dimana-mana.
Kini, usia damai itu telah mencapai 10 tahun. Damai selalu diartikan sebagai sebuah ketiadaan perang. Namun ada sebuah ungkapan yang menyebutkan damai bukan hanya ketiadaan perang, tapi damai adalah ketika keadilan dapat ditegakkan.
Keadilan dalam hukum, 10 tahun ke belakang. Apakah masyarakat Aceh sudah mendapatkan keadilan dalam hukum? Bukankah masih begitu banyak para korban konflik, baik janda yang ditinggal suami ataupun anak yang kehilangan ayahnya, duka mereka belum terobati seperti yang tertuang di atas kertas MoU Helsinki.
Dalam bidang politik, apakah rakyat Aceh sudah mendapatkan keadilan? Setiap Pilkada atau Pileg maupun Pilpres, selalu menjadi moment yang menakutkan di Aceh. Intimidasi masih terus mewarnai aroma perpolitikan di Aceh, belum lagi korban nyawa yang harus melayang saat pesta demokrasi.
Ataukah kita ingin berbicara dengan keadilan ekonomi di Aceh? Ini yang paling miris, ketika Aceh dinobatkan sebagai daerah modal, sebagai daerah yang kaya, namun ternyata di Aceh masih ada masyarakat yang tak bisa makan sehari-hari, dan masih begitu banyak rumah yang tak layal huni. Jangan melihat mobil yang lalu lalang di Aceh, tapi liatlah bagaimana perjuangan hidup para orang di desa. Aceh kaya tapi dinikmati oleh para elit atau orang-orang yang dekat dengan kue APBA.
Mungkin kita ingin beralih melihat sisi keadilan sosial di Aceh? Sejauh ini pemerintah kota atau kabupaten berlomba-lomba untuk mengusir para pencari sedekah di jalanan dan juga menggusur para pedagang yang katanya mengganggu keindahan kota. Tapi apakah cara itu telah manusiawi?
Dan, terakhir.. Di puncak peringatan damai 10 tahun di Aceh. Pantaskah kita katakan Aceh telah damai? Semoga hati nurani kita tidak berbohong untuk menjawabnya, hanya karena satu gelar DR (HC) yang dinobatkan.
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
