Home / ACEH / Besok, Jemaah Haji Aceh Kloter 1 Bertolak ke Madinah

Besok, Jemaah Haji Aceh Kloter 1 Bertolak ke Madinah

Ilustrasi, Jemaah Calon Haji (JCH) Aceh melambaikan tangan sebelum menaiki tangga pesawat di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (20/7/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Jemaah haji Aceh asal dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Pidie, dan Sabang yang tergabung kelompok terbang (kloter) 1 akan berangkat ke Madinah, besok Minggu (25/8/2019) sekitar pukul 10.00 WAS, dan chek in di Hotel Madinah pada pukul 16.00 WAS.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs HM Daud Pakeh di Banda Aceh setelah menerima informasi dari petugas haji di Arab Saudi, Sabtu (24/8/2019).

“InsyaAllah jemaah haji Aceh termasuk dalam gelombang kedua, sebentar lagi akan diberangkatkan ke Madinatul Munawwarah. Saat ini sedang bersiap siap untuk keberangkatan ke Madinah. Disana lebih kurang 8 hari jemaah haji itu berada di Madinah, sebelum kembali ke Tanah Air,” ujar Daud Pakeh dalam siaran pers diterima Klikkabar.com, Sabtu (24/8/2019).

“Selama di sana, jemaah akan melaksanakan ibadah Arbain, yaitu shalat berjamaah di Masjid Nabawi dan juga ziarah ke beberapa tempat bersejarah yang ada disana,” lanjut Daud Pakeh.

Selain itu, Daud Pakeh juga mengatakan penempatan jamaah haji Aceh berada di Wilayah  Markaziyah, lebih kurang jarak dengan Masjid Nabawi berkisar antara 50 meter sampai 300 meter.

Dia juga mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan jemaah haji Aceh selama berada di Madinah, yaitu suhu udara di Madinah sedikit lebih panas dibanding di Makkah, berkisar antara 40 hingga 46 derajat celcius pada siang hari.

“Oleh karena itu, kita harapkan jemaah harus banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi. Begitu juga setiap keluar dari hotel, diharapkan kepada jamaah agar selalu menggunakan alat pelindung diri,” tambahnya.

Ia juga mengimbau jemaah ketika ke Masjid Nabawi agar selalu memakai sandal dan saat memasuki dalam masjid, menjaga agar sandal tidak hilang.

“Di Masjid Nabawi antara jemaah laki laki dan perempuan dipisahkan dengan pintu masuk yang berbeda. Jamaah agar mengingat nomor pintu masuk masjid, dan diharapkan keluar dari pintu yg sama untuk menghindari salah arah dan tersasar,” sebutnya.

Kemudian, bagi jemaah resti (resiko tinggi) atau usia lanjut, agar tidak mengejar Arbain kalau beresiko bagi kesehatan jemaah tersebut.

Jemaah juga dibekali dengan kartu hotel agar jika ada yang terpisah rombongan, dan tersasar dapat dengan mudah diantar oleh petugas yang menemukan.

Dikatakan Daud Pakeh, selama di Madinah, jemaah akan mendapatkan layanan makan paling banyak 18 kali.

“Makan siang disediakan antara pukul 10.00 hingga 13.00 WAS dan makan malam antara pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WAS disertai snack atau roti untuk pagi,” ucapnya.

Sementara kamar hotel akan diberikan saat penyerahan kunci kamar kepada petugas kloter.

Sebelum kunci hotel diserahkan kepada petugas kloter, diimbau jemaah agar tetap berada dalam bus ketika tiba di Madinah. []

MUHAMMAD FADHIL