Direktur Utama Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz Al-Neama (kiri) berjabat tangan dengan Komisaris Indosat Ooredoo, Chris Kanter (kanan) yang disaksikan oleh Komisaris Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (tengah) seusai RUPS LB di Jakarta (1/8). (Foto: Dokumentasi ISAT)
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo secara resmi menetapkan Ahmad Abdulaziz Al-Neama sebagai Chief Executive Office(CEO) dan Direktur Utama Indosat. Selain itu, Chris Kanter ditunjuk sebagai Komisaris.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (1/8)pukul 14.00 WIB, agenda utama yang diatur memang soal persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau Direksi Perseroan.
Manajemen Indosat sudah terlebih dahulu menyertakan dua daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae dari calon direktur utama perseroan yaitu Ahmad Abdulaziz Al-Neama dan calon komisaris perusahaan Chris Kanter.
Sebetulnya nama Ahmad sudah diumumkan oleh pemegang saham Ooredoo dari Qatar pada Mei lalu. Saat itu Komisaris Utama Indosat, Waleed Mohamed Ebrahim Al-Sayed mengatakan bahwa posisi CEO Indosat akan diisi oleh Ahmad Abdulaziz Al Neama mulai 3 Mei 2019.
Masuknya Ahmad Abdulaziz lantaran pada Jumat 3 Mei, sehari setelah Indosat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Mei, Chris Kanter yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Utama dan CEO Indosat tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan yang sudah didudukinya selama 6 bulan terakhir.
Sosok Ahmad Abdulaziz
Pria ini berkarier di Ooredoo selama 15 tahun dan pernah menjabat sebagai komisaris di Indosat. Saat ini dia menjabat sebagai anggota direksi Ooredoo Myanmar. Ia adalah profesional di industri telekomunikasi global dengan 15 tahun pengalaman malang melintang di berbagai pasar internasional.
“Terakhir, Ahmad menjabat sebagai Chief Technology and Information Officer di Ooredoo Group sejak 2017,” kata Waleed, Komisaris Utama ISAT, dalam siaran persnya, Senin (6/5/2019).
Berdasarkan data situs resmi Ooredoo, Ahmad merupakan lulusan B.S Electrical Electronics Engineering, University of Colorado, Denver, Amerika Serikat, tahun 2003-2000. Selain di Myanmar, Ahmad juga pernah menjabat sebagai direksi di Ooredoo Oman (tahun 2014) dan Ooredoo Tunisia (tahun 2018).
Dia juga pernah menjabat Group Chief Technology Officer di Ooredoo Group (2017). Dia sebelumnya menjabat Kepala Staf Penjualan dan Layanan di Ooredoo Qatar dan melanjutkan perannya di Dewan Direksi untuk Ooredoo Oman dan Ooredoo Silicon Valley, AS.
Ahmad bergabung dengan Ooredoo Qatar pada tahun 2004 dan bertugas di sejumlah posisi, termasuk Direktur Permintaan dan Manajemen Proyek, dan Direktur Senior Radio Networks.
Ahmad juga menyelesaikan berbagai program pendidikan dan pelatihan, termasuk program Pelatihan Kepemimpinan dan kursus dalam Pemrosesan Sinyal Digital, Analisis Sistem Kontrol Bidang Elektromagnetik Lanjutan, dan beberapa lainnya.
Prioritas Ahmad adalah menggunakan pengalaman globalnya untuk melakukan roll-out jaringan Indosat Ooredoo, menghadirkan pengalaman data terbaik bagi pelanggan Indosat Ooredoo dan mempercepat adopsi digital di Indonesia.
Sebelumnya pemegang saham Indosat menunjuk Chris sebagai direktur utama perseroan pada RUPSLB 17 Oktober 2018, menggantikan Joy Wahyudi yang mengundurkan diri pada akhir September 2018. (CNBC)
Lihat Juga: 10 BUMN Berutang Terbesar
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan