Home / BERITA TERBARU / 2 Putri Papua Jadi Pilot Citilink dan Garuda Indonesia

2 Putri Papua Jadi Pilot Citilink dan Garuda Indonesia

Dirut Garuda Ari Askhara menjawab wartawan usai menggelar Public Expose Garuda Indonesia di The Atjeh Connection Sarinah di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Vanda Korisano dan Martha Itaar berhasil mencatatkan sejarah usai menjadi pilot pertama dari Papua di dua maskapai top Indonesia, Citilink dan Garuda Indonesia.

Keduanya merupakan penerima beasiswa dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Pemerintah Provinsi Papua yang menempuh pendidikan di Nelson Aviation College, Selandia Baru, sejak 2014. Ada sekitar 150 pelajar dari Papua yang mendapat beasiswa tersebut.

“Vanda diterima sebagai pilot di Garuda Indonesia, sedangkan Martha diterima di Citilink,” ujar Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dalam keterangan tertulis dilansir dari Kumparan, Rabu (31/7).

Keberhasilan mahasiswa asal Papua ini membuat Marveys Ayomi, pengajar dan mentor di International Pacific University (IPU) New Zealand ikut merasa bangga.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dubes Tantowi serta jajaran di KBRI Wellington atas upayanya dalam membantu dan memberikan perhatian kepada para mahasiswa Papua selama mereka menempuh pendidikan di Selandia Baru.

Baca Juga: Putroe Sambinoe, Putri Irwandi Yusuf Lulus Pilot Citilink

Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengungkapkan rasa bangganya karena dapat merekrut putri Papua terbaik. Hal ini membuktikan bahwa siapa pun bisa menjadi pilot asalkan berprestasi dan mampu.

“Untuk menjadi bagian dari cockpit crew Garuda Indonesia Group harus melewati standar kualifikasi yang tinggi dan proses yang panjang. Kami berharap langkah yang dibuat Vanda dan Marta dapat menjadi daya tarik putra/putri Papua lainnya di Garuda Indonesia,” kata Ari.

Vanda dan Marta yang tiba di Selandia Baru pada tahun 2014, tercatat pernah mendapatkan penghargaan sebagai penerbang terbaik sepanjang tahun untuk mahasiswa internasional (Best all round flying performance for international students).

Mereka mendapatkan sertifikasi berupa; Private Pilot License, Commercial Pilot License dan Multi Engine Instrument Rating. Setelah lulus dari Selandia Baru pada awal Januari 2018, mereka memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Penerbangan Ganesha, Jakarta.

Di sini, mereka mendapatkan sertifikasi Indonesian DGCA Pilot License. Pada bulan Juni 2019, kerja keras dan perjuangan mereka akhirnya terbayarkan, mimpinya untuk menjadi pilot maskapai terbesar Indonesia, Garuda Indonesia, terpenuhi. (Kumparan)

Lihat Juga: Catatan Rhenald Kasali Soal Garuda Indonesia

Garuda Raih Rating 5-Star On Time Performance dari OAG

Pertama di Dunia, Garuda Maskapai Paling ‘On Time’ 6 Kali Berturut-turut