Home / ACEH / Diwarnai Isak Tangis, 1 Warga Sumut Masuk Islam di Aceh Timur

Diwarnai Isak Tangis, 1 Warga Sumut Masuk Islam di Aceh Timur

Pimpinan Ponpes Nurul Hidayah Idi Cut, Tgk. Marzuki saat mempeusijuek (tepung tawar) seorang mualaf asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/7). (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Air mata para jamaah menetes bercucuran akibat rasa haru saat menyaksikan proses pensyahadatan Fernando Laiya (19), warga Desa Belawan Sicanang, Kec. Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/7/2019).

Fernando Laiya, kelahiran Nias, Sumatera Utara itu resmi menjadi pemeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, Asyhadu an La ilaha illa-Llah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.

Prosesi pensyahadatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah di Desa Seuneubok Aceh, Kec. Darul Aman, Kab. Aceh Timur dan dipimpin langsung oleh pimpinan ponpes, Tgk. Marzuki atau akrab disapa Abati Seuneubok Aceh sekitar pukul 09.40 WIB pagi tadi.

Setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, Abati langsung berinisiatif untuk mengganti nama pria yang telah menyandang status Mualaf tersebut menjadi Muhammad Hidayatullah.

Pimpinan Ponpes Nurul Hidayah Idi Cut, Tgk. Marzuki saat mensyahadatkan warga asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/7). (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

Usai prosesi pensyahadatan, Hidayatullah kepada Klikkabar.com mengaku ingin menjadi seorang muslim karena agama Islam di matanya penuh dengan kasih dan sayang. Ia yang baru tiba di Aceh kurang lebih 2 bulan selama ini belajar dasar ilmu agama di Pesantren Darul Azhar Bantayan Idi Cut.

Disebutkannya, ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Namun, baru kakak kandungnya yang memutuskan menjadi mualaf sebelum menikah dengan pria Muslim pada 2017 lalu.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia, karena memiliki saudara dan keluarga baru disini yang akan membimbing saya untuk memperdalam ilmu agama,” katanya.

“Kedepan, saya akan meneteap di Ponpes Nurul Hidayah dan akan belajar ilmu agama Islam langsung dari Abati. Mohon doanya untuk saya,” pinta Hidayatullah.

Turut hadir dalam prosesi pensyahadatan tersebut diantaranya Tgk. H. Saiful Anwar (Abon Darussa’adah Idi Cut), unsur Muspika, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Darul Aman, Muslim, S.Ag, tokoh agama, tokoh masyarakat serta puluhan santri Ponpes Nurul Hidayah.

Lihat Juga: Rocky Ajak Alumni Ikuti Jejak Almarhum Abu Idi Cut

Eks Kombatan GAM Do’a Bersama di Makam Syuhada Idi Cut

Melawan Lupa, Tragedi Berdarah Simpang Kuala Idi Cut dan Arakundo