Home / BERITA TERBARU / Bahaya Sahur dengan Mi Instan

Bahaya Sahur dengan Mi Instan

Ilustrasi mie instan.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Apakah tadi sahur Anda makan mi instan? Memang, jenis makanan ini mudah disajikan dan punya rasa nikmat. Tinggal dimasak di air mendidih selama beberapa menit lalu menyantapnya.

Mi instan mengandung karbohidrat sederhana yang hanya memberikan rasa kenyang selama beberapa saat. Akan cepat lapar kembali meski baru saja melahap mi instan.

“Mi instan mengandung karbohidrat sederhana. Jadi, mi instan cepat menaikkan gula darah, tapi turunnya juga cepat. Ini artinya, orang yang sahur dengan mi instan akan merasa cepat lapar,” ungkap dr. Sepriani Timurtini Limbong.

“Mi intsan juga mengandung natrium atau garam yang tinggi. Nah, natrium itu sifatnya menyedot air. Jadi, nanti orang yang sahur dengan mi instan akan lebih mudah haus. Intinya, makan mi instan hanya akan memberikan efek kenyang sebentar. Anda akan merasa cepat lapar dan kehausan, jadi puasa ikutan terhambat,” lanjutnya dikutip dari KlikDokter, Jumat (17/5/2019).

Daripada makan mi instan, akan lebih baik makan menu yang sehat misalnya sayur atau daging. Karena meski kalorinya tinggi, makanan tersebut juga bikin kenyang lebih lama karena mengandung karbohidrat kompleks yang lambat dicerna tubuh.

Mi instan picu beberapa jenis penyakit

Mengkonsumsi mi instan tidak boleh dilakukan terlalu sering. Alasannya karena bisa meningkatkan risiko penyakit yang justru merugikan seperti jantung. Berdasarkan penelitian di Korea Selatan, mengonsumsi mi instan lebih dari 1 porsi per bulan meningkatkan risiko hipertrigliseridemia hampir 3 kali lipat.

Hipertrigliseridemia adalah peningkatan lemak jahat yang dapat menyumbat pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di jantung. Saat pembuluh darah jantung tersumbat, organ vital ini perlu bekerja dengan lebih keras untuk mempompa darah ke seluruh tubuh.

Jika keadaan ini terus berlangsung, jantung akan kelelahan hingga akhirnya mengalami gangguan fungsi. Sebagai akibatnya, terjadilah penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung atau bahkan serangan jantung.

Bumbu yang menghasilkan rasa umami pada mi instan memiliki kandungan garam (natrium) yang tinggi. Tingkat konsumsi garam yang tinggi berbanding lurus dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi alias hipertensi.