Home / BERITA TERBARU / The Atjeh Connection Gelar Talkshow Sertifikasi Halal dan Tantangan Era Digitalisasi

The Atjeh Connection Gelar Talkshow Sertifikasi Halal dan Tantangan Era Digitalisasi

KLIKKABAR.COM – The Atjeh Connection menggelar talkshow bersama MUI dan komunitas blogger serta vlogger membahas isu tentang sertifikasi dan produk halal di The Atjeh Connection Sarinah, Jakarta. Jumat 1 Maret 2019.

Talkshow yang mengambil tema Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan Tantangan Industri Halal di Era Digitalisasi 4.0, diisi oleh Anita Amir Faisal (Owner Atjeh Connection), Lia Amalia (Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI) dan Lukmanul Hakim (Direktur Pelaksana LPPOM MUI)

Anita Amir Faisal mengatakan bahwa sosialisasi dan edukasi tentang halal sangatlah penting untuk dilakukan, apalagi di tengah kondisi yang saat ini.

“Jangan sampai kita dan anak-anak kita saat makan di luar salah mekonsumsi makanan, apalagi makanan-makanan di luar saat ini mengunakan kata-kata atau istilah asing tentang makanan-makanan yang sebenar haram untuk dikonsumsi,” jelas Anita Amir.

Sementara itu, Lia Amalia (Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI dalam talkshow tersebut mengatakan bahwa makanan masa kini cenderung memanfaatkan Iptek dan aneka bahan tambahan pangan. Kombinasi tersebut menimbulkan titik kritis produk pangan yang harus dicermati dari berbagai segi.

Produk pangan asal hewan, misalnya, harus diolah dengan proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Begitu pula bahan tambahan lain yang halal, hingga proses dan fasilitas pembuatan yang halal.

“Namun, sebelum menerbitkan sertifikat halal untuk sebuah restoran atau rumah makan, LPPOM MUI terlebih dahulu melakukan proses audit ke seluruh¬†outlet, dapur, dan gudang untuk menilai apakah restoran atau rumah makan tersebut memenuhi persyaratan atau tidak,” tambahnya.

Selain penerbitan fatwa halal, sistem jaminan halal (SJH) di gerai tersebut juga mendapatkan penilaian tersendiri. SJH adalah sistem manajemen terintegrasi yang disusun, diterapkan, dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya manusia. Termasuk juga prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan LPPOM MUI.

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim turut membeberkan beberapa fakta sebelumnya, ia menceritakan pada tahun 2010 hingga 2013 ada usaha yang kolep karena diterpa isu terkait halal ini.

“50 persen pengusaha bakso di Jakarta saat itu kolep atau gulung tikar karena isu bakso babi, bahkan para pengusaha itu mendatangi MUI untuk menjelaskan persoalan tersebut” sebutnya.

Oleh karena itu, ia melihat masyarakat Indonesua sangatlah religius, sehingga terkait tentang halal ini benar-benar harus disosialisasi dan diperkuat, ujar Lukman.