Wali Nanggore Aceh, Malik Mahmud saat berkunjung ke lokasi pameran sejarah Aceh di Museum Aceh, Selasa, 7 Agustus 2018. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Tokoh Aceh di Jakarta diharapkan tidak perlu khawatir dengan keberadaan Lembaga Wali Nanggroe (LWN), apalagi harus takut dengan Malik Mahmud Alhaytar yang saat ini memimpin LWN.
“Kenapa harus takut dengan lembaga Wali Nanggroe, lembaga ini amanah dari MoU Helsinki yang sudah menjadi nota kesepahaman antara Goverment of Indonesia – Gerakan Aceh Merdeka,” kata Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un, Senin (10/12/2018).
Menurutnya, ide membubarkan lembaga WN muncul tidak terlepas dari rasa ketakutan yang tinggi sejumlah masyarakat Aceh di Jakarta terhadap lembaga tersebut, lebih-lebih jika Malik Mahmud kembali menjabat sebagai Wali Nanggroe periode kedua nantinya.
Baca Juga: Malik Mahmud Dinilai Gagal Jadi Wali Nanggroe Aceh
“Sebagian masyarakat Aceh mulai takut dengan keberadaan Wali Nanggroe di Aceh, padahal lembaga itu titah dari perjuangan GAM yang harus dihargai dan dihormati. Jadi, jika ada segelintir yang mengusulkan pembubaran lembaga WN, maka itu adalah pengkhianat masyarakat Aceh,” terang sosok yang kini masih dipercayai sebagai Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Timur.
Syahrul Bin Syama’un. (Foto: Bag. Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Timur)
Ketakutan segelintir orang terhadap Malik Mahmud, lanjutnya, dicontohkan seperti Amerika Serikat dan antek-anteknya yang takut dengan keberadaan Saddam Husein di Irak dan Muammar Khadafi di Libya.
“Kita khawatir, jika nantinya hasrat menumbangkan Malik Mahmud terwujud, apakah daerah ini tetap damai atau sebaliknya menjadi ladang perang antar saudara seperti Irak atau Libya?,” timpalnya.
Oleh karena itu, masyarakat perlu diingatkan bahwa penyesalan selalu datangnya terlambat. Bahkan, belakangan masyarakat Irak dan Libya mulai terasa dengan kehidupan yang tidak menentu dan negaranya hancur-hancuran.
“Hanya orang-orang di luar garis perjuangan yang menginginkan Aceh ini kembali berkonflik,” kata Wabup seraya mengajak masyarakat selalu menjaga perdamaian Aceh.
Baca Juga: Lembaga Wali Nanggroe Sangat Diperlukan di Aceh