Ist
KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Sulaiman, SE salah satu yang telah berjanji menyumbang dana untuk pembelian pesawat untuk UAS mempertanyakan keseriusan atas wacana pembelian pesawat tersebut guna mendukung kelancaran dakwah salah satu pendakwah kondang yang mulia Ustadz Abdul Somad, Lc MA yang sempat diwacanakan 4 bulan lalu.
“Kita pertanyakan keseriusan para panitia penggalangan dana untuk pembelian pesawat untuk UAS guna mendukung dakwahnya ke seluruh Nusantara,” ujar Sulaiman saat menghubungi media ini, Senin pagi 12 November 2018.
Sulaiman menyampaikan alasannya kenapa mempertanyakan wacana tersebut, menurutnya, waktu sudah berjalan selama 4 bulan sejak wacana tersebut muncul.
“Saya sudah pernah berjanji bantu dana, saya akan serahkan dana tersebut setelah panitia bekerja mengumpulkan infaq sebanyak 50 persen dari kebutuhan total, kalau itu sudah dilakukan, maka saya tunaikan janji itu,” sambungnya.
Ia juga menghimbau, wacana pembelian pesawat tidak sekedar wacana semata, akan tetapi harus membuktikan dan bertanggungjawab sampai adanya realisasi.
“Saya tunggu kabar baik dari panitia,”.
Hingga 2 Juli 2018 lalu, infaq pembelian pesawat untuk UAS sudah terkumpul dari berbagai penyumbang, antara lain.
1. Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, SE Rp. 13.840.830
2. Abu Sibreh 1 juta
3. M. Fadhil Rahmi 1 juta
4. Muzammil Ali 1 juta
5. M. Balia 1 jt
6. Syukri Kurma 10 juta.
7. Mawardi Ali.
Saat itu, dirincikan oleh Ust Fadhil Rahmi selaku tim Tafaquh dan ketua IKAT Aceh, dana awal sudah terkumpul untuk pembelian pesawat untuk UAS yang disumbangakan oleh beberapa masyarakat termasuk Bupati Aceh Besar.
Bahkan, sudah ada sejumlah Ormas Islam yang bersedia jadi panitia penggalangan dana, antara lain: IKAT Aceh, ACT, TASTAFI ACEH, FPI Aceh, GSR Aceh dan sejumlah ormas lainnya.
Sementara itu, Tgk Mustafa Husen Woyla, Jubir FPI Aceh menambahkan, Aceh terdiri dari 18 Kabupaten, 5 Kotamadya, 289 Kecamatan, dan 6.497 gampong. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 5.152.887 jiwa, jika harga jet pribadi 4 Milyar, maka per kecamatan cuma Rp13.840.830, sebuah nominal yang sangat kecil bagi muslim Aceh yang berdarah dermawan, katanya.
Mari kembali menjadi “Nyak Sandang” generasi baru, kirim infaq terbaik berupa emas, perhiasan, akta tanah, barang berharga atau kirimkan langsung ke Bank Muamalat, No Rek. 2410033243 a.n Kafalah IKAT Aceh atau Bank Aceh Syariah, No Rek. 61302200456789
a.n Kafalah IKAT Aceh.
Untuk diketahui, muncul wacana pembelian pesawat kala itu lantaran Warga Sibreh (lokasi dakwah saat itu), Aceh besar dan Aceh kecewa, pasalnya, pesawat yang ditumpangi Ustad Abdul Somad (UAS) untuk safari Dakwah ke Aceh alami delay (terlambat-red). UAS begitu sapaan akrab Da’i kondang asal Riu itu berangkat dari Airport Pekan Baru – Transit di Kualanamu Medan, yang kemudian berangkat menuju Bandara SIM Aceh.
Sehingga warga berkesimpulan saat itu untuk mewacanakan membeli satu pesawat pribadi untuk UAS guna mendukung aktivitas dakwahnya. Tidak diragukan lagi sifat kedermawanan muslim Aceh ketika agama Allah membutuhkannya. RI 001 Dakota RI-001 Seulawah atau Indonesian Airways 001 yang ada di Taman Mini Indonesia Indah dan Blang Padang jadi bukti sejarah yang tak terbantahkan.
“Rencana besar (pembelian pesawat) itu bukan semata karena keberangkatan UAS delay malam ini, namun sudah jauh hari diwacanakan oleh Abu Sibreh sepulang takziah salah seorang anggota KWPSI di warkop Wim 69, Samahani.
“Saya pikir ini momen yang paling tepat kembali kita bantu dakwah Islam agar tidak terhambat, bayangkan ribuan warga larut dalam kekecewaan,” terang Abu Sibreh atau Lem Faisal, sapaan akrab Tgk H Faisal Ali selaku penanggungjawab Tabligh Akbar di Sibreh, Aceh Besar, malam ini, Senin 2 Juli 2018.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan