Ist
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH –Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, beraharap agar Program Keluarga Harapan (PKH) dapat menekan angka kemiskinan di Aceh dalam jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, khususnya kualitas pendidikan dan kesehatan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Yusri, saat membacakan kata kata sambutan Kepala Dinas Sosial Aceh pada pembukaan acara Bimbingan Pemantapan Bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Pelakasana PKH Tahun 2018 di salah satu hotel di Kota Banda Aceh Sabtu 19 Mei 2018.
Yusri menuturkan, PKH merupakan perogra prioritasm nasional dalam rangka menuntaskan kemiskinan yang bersifat lintas sektor dan melibatkan Kementrian Sosial sebagai pelaksana, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Agama, Kementrian Kesehatan sebagai penyedia layanan pendidikan dan kesehatan, Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyedia data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementrian Sosial RI, Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) sebagai intansi yang berwenang dalam sosialisasi program, Bappeda sebagai perencana program daerah dan himpunan Bank Negara sebagai lembaga bayar bantuan.
Selain itu, tidak kalah penting peran pendamping dan operator PKH yang merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksana PKH dalam mensupervisi atau menuntun KPM PKH, mengadvokasi informasi kepada KPM untuk mengakses layanana kesehatan dan pendidikan guna anak-anak KPM PKH menjadi generasi yang sehat, cerdas dan terlepas dari kemiskinan.
“Melalui program keluarga harapan diharapkan beban hidup masyarakat miskin akan berkurang dalam jangka pendek, serta untuk jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, khususnya kualitas pendidikan kesehatan,” katanya.
Untuk itu pendamping PKH sangat diharapkan perannya dalam mendukung pelaksanaan program Aceh Hebat di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf –Nova Iriansyah yang menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1 persen setiap tahunnya.
“Dalam rangka menyukseskan PKH, maka dipeelukan proses pendampingan yang berkelanjutan kepada KPM PKH,” tambahnya.
Menurut Yusri, terdapat beberapa alasan penting mengapa pendampingan sangat diperlukan dalam pelaksanaan PKH. Hal itu karena PKH merupakan salah satu cikal bakal sistem perlindungan soasial bagi KPM PKH yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pendampingan memberikan ruang tanpa batas bagi penerima program untuk dapat saling belajar dan bertanggungjawab atas komitmen yang telah disepakati bersama
Pendimpingan juga akan memperkuat modal sosial bagi KPM PKH terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Di samping itu pendamping juga mempunyai peran memberikan motivasi dan bertugas mensosialisasikan PKH kepada masyarakat luas khususnya bagi KPM penerima PKH.
“Sebagian besar orang miskin tidak memiliki kekuatan apapun, tidak memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka sesungguhnya. Untuk itulah mereka membutuhkan pendampingan yang bersuara untuk mereka, yang membantu mereka mendapatkan hak dan mendampingi mereka untuk melaksanakan kewajiban dalam PKH, dan karenanya pendamping menjadi sangat penting artinya bagi program ini. Pendamping adalah pejuang bagi penerima manfaat PKH,” sebutnya.
Hadir pada kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Sosial Sus Eko Armanda, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Yusri S.Sos, Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial Aceh, Cut Aja Muzita, penerima manfaat PKH dan para panitia. []
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan