KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Keluarga Besar Alumni (KBA) Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) Aceh, Sanusi Madli mengapresiasi langkah polisi bersama masyarakat atas penangkapan para waria di kawasan Aceh Utara beberapa waktu lalu.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kapolres bersama masyarakat, langkah ini sangat tepat diambil dalam menjaga kenyamanan dan ketentraman masyarakat,” ujar Sanusi, Selasa 30 Januari 2018.
Ia mengatakan bahwa Aceh negeri syariat yang harus terbebas dari kaum LGBT, jika ada yang tertangkap maka mereka harus diselamatkan dari prilaku yang menyimpang.
“Mereka adalah manusia yang patut mendapatkan perlakuan yang baik di tengah masyarakat, mereka harus dibina dan diselamatkan,” kata Sanusi.
Menurut Sanusi, kelompok LGBT ini dapat membawa petaka bagi Aceh jika terus dibiarkan, bahaya yang paling nyata adalah peluang tersebarnya virus HIV/AIDS di kalangan masyarakat.
Kata Sanusi, virus yang mematikan ini sangat mudah tersebar dengan gaya hidup LGBT, dari satu anak, merembas kekeluarga, kemudian kelompok masyarakat.
“Dari 600.000 kasus HIV/AIDS, 50% karena LGBT, maka kita sangat khawatir dengan penyebaran virus ini, Karena gaya hidup seperti ini akan mempercepat penyebaran virus yang mematikan ini, kita khawatirkan penyebaran virus ini akan mengancam keberlangsungan generasi di Aceh,” ungkap Sanusi.
Dalam kesempatan itu, KBA KAPMI juga sangat menyesalkan ada oknum yang membela LGBT dengan cara mendukung dan membiarkan mereka dalam keadaan tidak normal.
Hal ini, kata Sanusi sangat tidak manusiawi, seharusnya kalau mereka peduli dengan orang orang yang terkontaminasi abnormal, mereka harus mengobati bukan justru sebaliknya.
“Kita harus selamatkan mereka yang terjangkit penyakit tidak normal itu, obati dan bina mereka sebagaimana yang dilakukan oleh polres aceh utara, hal ini patut di contoh, ditangkap lalu dibina sehingga mereka kembali jadi manusia normal,” tutup Sanusi. (rel)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan