Home / ACEH / FKL Hibahkan 10 Ha Lahan Tambat Gajah di CRU Serbajadi

FKL Hibahkan 10 Ha Lahan Tambat Gajah di CRU Serbajadi

Sejumlah Mahout dan gajah Sumatera saat melakukan patroli gajah liar di areal Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Forum Konservasi Leuser (FKL) mengaku siap membebaskan lahan seluas 10 hektare di areal Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Aceh Timur.

Kebijakan tersebut diambil menyusul maraknya pemberitaan terhadap empat ekor gajah jinak (Bunta, Lilik, Lia dan Nonik) milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang ada di CRU Serbajadi, terancam kelaparan akibat tidak adanya pasokan pakan yang memadai.

Baca: Oh CRU Serbajadi, Nasibmu Kini

Gajah di CRU Kelaparan, Pemerintah Aceh Wajib Bertanggungjawab

“Kita siap membebaskan lahan tambat gajah seluas 10 hekatre di sekitar CRU Serbajadi untuk membantu tercukupinya pakan untuk gajah-gajah jinak yang ditempatkan BKSDA Aceh untuk mengahalau gajah liar masuk ke pemukiman penduduk,” ujar Manager FKL, Rudi Putra sebagaimana dikutip Waspada, Jum’at, 29 September 2017.

Sebagai lembaga peduli lingkungan yang terus mendukung penyelesaian konflik gajah dan manusia, Rudi yang pernah mendapatkan penghargaan dari Goldman Environmental Prize, dalam usahanya memerangi pembalakan liar dan perambahan hutan itu juga mengaku khawatir Mahout tidak dapat bekerja dengan maksimal menggiring dan menghalau gajah liar yang kerap memasuki dan mengganggu aktifitas petani di kawasan itu.

“Pekan lalu kita sudah meninjau CRU Serbajadi dan melihat langsung kondisi gajah jinak disana. Ini menjadi salah satu referensi kita dalam mengambil kebijakan,” ujar Rudi Putra, putra asli Aceh Tamiang yang juga ahli Biologi itu.

BACA JUGA: FKL Apresiasi Kerjasama Pemkab Aceh Timur dan NGO Belanda

Persahabatan Mahout dan Gajah di CRU Serbajadi