Home / ACEH / Ketua Pemuda Hanura Pidie Resmi Mendaftar

Ketua Pemuda Hanura Pidie Resmi Mendaftar

KLIKKABAR.COM, PIDIE- Zulfahmi yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang Pemuda Hanura Kabupaten Pidie Resmi Mendaftar Sebagai Bakal Calon Legislatif DPRK Pidie Dapil I. Pendaftaran dilakukan Setelah gabungan pemuda melaksanakan shalat Ashar berjamaah di mesjid Jamik Al-Falah kota Sigli.

Berbeda dari biasanya, Ketua Pemuda Gampong Puli, Pidie ini mendaftar sebagai Bacaleg diantar oleh Puluhan Pemuda yang tergabung dari berbagai unsur, baik Pemuda Gampong, Pelajar dan Mahasiswa.

Bertempat di Kantor DPC Hanura Pidie, Zulfahmi yang maju Bakal Calon Anggota DPRK Pidie dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Mila dan Grong Grong ini disambut oleh Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura Pidie yang diwakili oleh Azwar BA dan Pj Sekretaris Hanura Pidie Zikrul Khalid,ST,MT beserta jajarannya.

“Kami atas nama partai Hanura, menyambut baik kesediaan Tokoh Muda Kecamatan Pidie ini untuk mendaftar sebagai Bakal Calon Anggota DPRK Pidie Dapil 1. Semangat muda harus ditampung, Karena Pemuda punya Peran Tersendiri dalam Berbagai lini, tidak terkecuali di Parlemen. kami sebagai orang tua berkewajiban membina dan mengarahkan. Kasih peluang bagi anak muda masuk parlemen, kita yang tua sudah cukup lah, bukan masa kita lagi. Zaman terus berubah," pungkas Azwar AB.

“Sudah saatnya pemuda go to Parlemen. Pemuda harus diberi ruang. Sekarang ini, Masih sangat sedikit anak muda yang masuk parlemen. Sementara persentase penduduk rentang umur (17-40) tahun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Data BPS, tahun 2020-2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Atas dorongan dan dukungan pemuda Pidie saya menguatkan tekad mendaftar sebagai BaCaleg DPRK Pidie 2019-2024. Semoga Cita cita kami ini diridhai Allah dan mendapat tempat di pilihan hati nurani masyarakat Pidie,"timpal ZulFahmi,”.

Puluhan Pemuda yang mengantar Zulfahmi Punya Harapan Penuh agar Parlemen DPRK kedepan lebih fokus pada kebijakan-kebijakan kesejahteraan rakyat dan tidak terlena dengan bagi aspirasi, kita menginginkan para dewan mendengarkan rakyat, bukan rakyat yang harus mendengarkan dewan. Dewan harus turun ke lapisan masyarakat untuk menampung berbagai aspirasi, tutupnya.