(Penrem 011/Lilawangsa)
KLIKKABAR.COM – ACEH UTARA – Sebagai warga Aceh, tentu kita tak asing dengan nama Tjut Nyak Mutia. Ya, wanita ini adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Aceh. Tjut Nyak Mutia lahir di Keureuto, Aceh Utara pada 1870 dan meninggal di usia 40 tahun pada 25 Oktober 1910.
Tjut Nyak Mutia yang memperoleh gelar pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964, dimakamkan di Alue Kurieng di ujung Krueng Keureutoe, Kec. Pirak Timu, Kab. Aceh Utara.
Kamis, 2 November 2017 kemarin, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono melakukan ziarah ke makam Tjut Nyak Mutia. Didampingi Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto dan Mudawali warga setempat yang juga penjaga makam.
Rombongan harus melalui jalan yang rusak, dipenuhi semak belukar serta menanjak menempuh jarak 30 km atau empat jam lebih untuk sampai ke lokasi makam.
Saat dilokasi makam, Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Agus Firman Yusmono menyebutkan, berziarah dan doa bersama di makam Pahlawan Nasional Indonesia Tjut Nyak Cut Meutia dilakukan dalam rangka menjelang memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2017 mendatang.
(Penrem 011/Lilawangsa)
“Tjut Nyak Cut Meutia adalah salah satu tokoh Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh. Saya bersama bersama rombongan, mewakili seluruh keluarga besar TNI/Polri, khususnya di jajaran Korem 011/Lilawangsa berziarah dan berdoa di pusaran makam untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia”, katanya.
Danrem berharap kepada seluruh prajuritnya agar selalu ingat akan jasa-jasa para Pahlawan, selain berkorban seluruh hatanya, juga sampai harus mempertaruhkan jiwa dan raganya dalam melawan penjajah demi membela dan memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga kemerdekaan itu bisa dirasakan bersama hingga saat ini.
(Penrem 011/Lilawangsa)
Selain itu, Danrem, Kapolres dan Dandim berencana akan mengajak Pemkab Aceh Utara dan instansi lainnya untuk memperhatikan Makam Pahlawan Nasional Indonesia tersebut, sekaligus memperbaiki akses jalan menuju lokasi makam agar mudah nantinya dikunjungi maupun diziarahi oleh warga masyarakat.
“Kondisi makam baik, fasilitasnya juga lengkap dan ada balai-balai untuk istirahat, hanya saja kurang terawat. Karena jalurnya hanya bisa dilalui roda dua, itupun jenis trail atau berjalan kaki. Sedangkan dengan mobil butuh jenis offroad, selain itu faktor jauh dan sulit ditempuh, jadi hanya seminggu sekali dibersihkan oleh penjaga makam”, sebut Kolonel Agus Firman Yusmono.
(Penrem 011/Lilawangsa)
Diakhir ziarah, dihadapan Makam Tjut Nyak Cut Meutia, Danrem memimpin penghormatan diikuti Kapolres dan Dandim Aceh Utara. Selain berziarah, Danrem bersama rombongan juga melihat langsung kondisi makam Pahlawan Nasional Indonesia yang ada di ujung perbukitan di bawah kaki Gunung Geureudong dan di hulu Krueng Keureuto, Aceh Utara itu.
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan