Home / BERITA TERBARU / Gubernur BI: Mata Uang Rupiah Terkuat Kedua di Asia

Gubernur BI: Mata Uang Rupiah Terkuat Kedua di Asia

Foto: CNN

KLIKKABAR.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) 0,82 persen secara year to date (ytd). Jika menilik sepanjang tahun 2016, mata uang rupiah menguat sebesar 2,4 persen.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, karena pencapaian itu membuat mata uang rupiah memiliki kinerja terbaik setelah mata uang Jepang, Yen.

“Rupiah bisa dikatakan di seluruh Asia yang kinerjanya nomor 2 terbaik setelah Jepang. Jadi kami melihat secara umum Rupiah terjaga,” ujarnya di Kompleks BI, Jakarta, Selasa (22/8).

Agus juga menambahkan, kondisi rupiah Indonesia masih sangat baik, terutama dari neracanya. Dalam kondisi luar negeri khususnya di Amerika Serikat, pihaknya memperhatikan perkembangan negeri Paman Sam menurunkan neraca daripada The Fed.

“Kita perkirakan di bulan Desember akan ada pertemuan FOMC di situ mereka akan mengumumkan bagaimana rencana mereka akan menurunkan neraca dari pada the fed tetapi kita sudah memperoleh penjelasan dari pimpinan the fed bahwa mereka akan sangat mengkomunikasikan rencana The Fed. Sehingga tidak akan menciptakan shock di pasar,” jelas dia.

Tidak hanya itu, saat ini pertumbuhan ekonomi AS mengalami koreksi. Hal tersebut akan membuat kenaikan suku bunga untuk dikoreksi.

“Walaupun ekonomi dunia masih tetap. Tapi kita yakini tahun 2017 akan tumbuh 3,5 dan 2018 tumbuh 3,6 persen, tetapi peran daripada AS dan India itu lebih rendah, hanya diganti peran Tiongkok dan Eropa yang lebih baik sehingga total tetap 3,5 persen di 2017 dan 3,6 persen di 2018,” pungkasnya. (jawapos)