
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra, SH mengharapkan mahasiswa Aceh Selatan agar dapat menjadi motivator bagi masyarakat di daerah masing-masing.
Hal itu disampaikan oleh T. Sama Indra dalam acara silaturahmi dengan puluhan perwakilan mahasiswa dari 18 kecamatan di Aceh Selatan yang ada di Banda Aceh, di salah satu warung kopi di kawasan lampineung, Banda Aceh, Jumat 7 Juli 2017.
Dalam diskusi santai yang bahkan sesekali diiringi dengan gelak tawa peserta, Sama Indra menceritakan bahwa pembangunan Aceh Selatan saat sudah menuju kearah yang lebih baik.
Di bidang Pendidikan, Pemda Aceh Selatan saat ini terus mengupayakan perbaikan mutu pendidikan seperti guru yang terus diupayakan pemerataan hingga ke wilayah-wilayah terpencil, dan juga disesuaikan dengan keahlian masing-masing
“Jangan Guru SMA mengajar di SMK, sehingga lulusan SMK tidak beda dengan lulusan SMA. Jadi ini terus kita perhatikan, walau masih ada kekurangan kita maklumi karena memang sedang dan terus kita perbaiki,” sebut Sama Indra.
Menurut T. Sama Indra, mahasiswa adalah asset daerah yang sangat berharga, oleh karena itu Pemda Aceh Selatan menaruh perhatian yang besar kepada mahasiswa. Hal ini diwujudkan dalam berbagai program seperti beasiswa bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir.
“Memang beasiswa tidak kita bagi rata karena itu kurang bermanfaat bagi penerima, oleh karena itu kita lihat yang benar-benar membutuhkan sehingga jauh lebih bermanfaat,” ungkap dia.

Pemda Aceh Selatan juga memberikan beasiswa hingga sampai ketingkat Doktoral, “kalau dulu cuma sampai S2 sekarang sudah sampai pada pada S3 kita berikan beasiswa dan tidak hanya mahasiswa di Banda Aceh yang kita perhatikan tetapi juga yang ada di Medan Meulaboh, di Jawa dan sebagainya,” lanjut Sama Indra.
Dari Sisi Kesehatan, ia mengatakan Puskesmas di hampir seluruh kecamatan saat ini sudah ada rawat inapnya, sehingga ketika dalam keadaan mendesak masyarakat sudah dekat akses untuk berobat, dan ini terus di perbaiki kedepannya.
Bahkan Pemda Aceh Selatan terus merekrut dokter-dokter untuk mengisi rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan di Aceh Selatan supaya masyarakat bisa terlayani dengan baik. Meskipun pemerintah Pusat menyetop penerimaan PNS untuk Aceh Selatan tetapi Pemda terus mencari solusi untuk merekrut tenaga-tenaga pendidikan dan paramedis, sehingga dokter-dokter yang sudah lebih senior punya kesempaatan untuk mengambil spesialis.
“Selain itu, disetiap rumah sakit juga sudah direkrut tenaga kebersihan dan akan segera kita tugaskan, sehingga setiap waktu harus memastikan kebersihan rumah sakit, disisi pembukuan rumah sakit juga kita perbaiki sesuai dengan tenaga ahlinya,”
Sementara di bidang pertanian, Bupati Aceh Selatan ini mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini sudah bisa menikmati hasilnya yang lebih baik dari biasanya. Masyarakat sudah banyak yang menanam jagung dengan panen yang melimpah.
“Jadi dibidang pertanian memang menjadi perhatian kita untuk terus kita galakkan” Kata Sama Indra. Dalam waktu dekat, di Aceh Selatan akan datang tenaga ahli di bidang tanaman Pala yang didatangkan dari Jakarta, sehingga masyakat bisa lebih paham bagaimana menanam Pala yang baik dan menghindari penyebab-penyebab tanaman Lala bisa mati.

Untuk Kelautan, lanjut Sama Indra, saat ini hasil tangkapan masyarakat sudah sangat baik, bahkan ke depan akan kita galakkan perikanan air tawar sehingga masyarakat bisa menghindari resiko ketika melaut. “jadi dampak ekonomi bagus dan resiko masyarakat ketika melaut juga terjaga,” sebutnya.
Dari sisi pertambangan, selama ini Sama Indra sangat tegas sikapnya untuk tidak melanjutkan izin-izin perusahaan tambang, bahkan sudah 11 izin perusahaan tambang yang tidak diperpanjang izinnya.
Sedangkan selebihnya itu karena izin yang sudah memang sudah berlanjut dari sebelumnya sehingga tidak bisa dicabut dengan serta merta. Pemda Aceh Selatan juga memberikan syarat yang ketat bagi perusahaan-perusahaan tambang yang ingin memporoleh izin, dan PAD Aceh Selatan yang sebelum-sebelumnya sangat sedikit masuk ke kas daerah dari tambang, sekarang kita bersikap tegas kepada perusahaan-perusahaan tambang untuk menyetorkan kewajiban mereka.
“Saya sangat memperhatikan warga disana, misalnya saya suruh perusahaan tambang untuk membangun jalan sendiri jika ingin beroperasi disana jangan gunakan jalan masyarakat, kontribusi perusahaan saya tagih bahkan sempat saya palang Pelabuhan Ujong Pulo saat itu, sehingga perusahaan tambang memenuhi kewajibannya. jadi saya bukan pro kepada perusahaan tambang, tetapi memang kita akui juga bahwa disana dampak ekonominya juga ada, jadi kita pikirkan solusinya sebaik-baik mungkin,” lanjutnya.
Selain itu, selama kemimpinannya, Sama Indra juga menjelaskan bahwa sengketa-sengketa di desa-desa cepat terselesaikan, misalnya seperti sengketa di Jamboe Keupok-Sineubok Karee, Kecamatan Kota Bahagia yang sudah bertahun-tahun tidak terselesaikan, dan Alhamdulillah ini dapat kita selaikan dengan bijak dan diterima semua masyarakat.
Oleh karena itu, Sama Indra mengharapkan mahasiswa Aceh Selatan harus menjadi motivator kepada masyarakat untuk perbaikan Aceh Selatan yang lebih baik lagi, sampaikan realitas pembangunan Aceh Selatan saat ini baik dari sisi budaya sampai pertanian kepada masyarakat sesuai kenyataan yang ada. Karena menurut Sama Indra, mahasiswa masih jernih dan tidak terkontaminasi dengan kepentingan-kepentingan kelompok, sehingga masyarakat masih mendengar suara mahasiswa.
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan