
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Pihak keluarga Almarhum Murtalamuddin melaporkan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Aceh Timur ke Polda Aceh atas dugaan kasus penganiayaan dan pembunuhan, Senin, 14 Oktober 2016.
Istri Murtalamuddin, Faridah ditemani kuasa hukum dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) merasa ada kejanggalan atas kematian suaminya yang ditemukan meninggal di Sungai Arakundo, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Selasa, 25 Oktober 2016.
“Pihak kepolisian mengatakan Almarhum meninggal karena melarikan diri dengan cara melompat ke sungai setelah sebelumnya merusak borgol. Jika dilihat sepintas kejadian ini seperti alur cerita di film,” ujar Basri, kuasa hukum istri Murtalamuddin melalui rilis yang diterima Klikkabar.com.
Namun, Basri mengatakan banyak kejanggalan dalam kasus kematian Murtalamuddin dan pihaknya menemukan bukti bahwa Muratalmuddin sebelum ditemukan meninggal sudah terlebih dulu dibawa ke RSUD Dr. Zubir Mahmud, Idi. Bahkan, kata Basri, sempat ada warga yang melihat Murtalamuddin sudah lebih dulu meninggal saat tiba di rumah sakit.
“Alasan polisi yang mengatakan bahwa Murtalamuddin melompat dari dalam mobil juga tidak logis, karena yang bersangkutan merupakan tahanan yang tentunya akan mendapat pengawalan ketat dari polisi,” tambah Basri.
Kapolres Aceh Timur, juga dikatakan Basri telah memberikan informasi yang tidak benar kepada publik terkait kematian Murtalamuddin. Atas dasar itulah, istri korban membuat pengaduan ke Polda Aceh agar kasus kematian suaminya bisa diusut dengan tuntas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Murtalamuddin, 43 tahun, warga Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan meninggal di Sungai Arakundo, Selasa, 25 Oktober 2016 pagi.
Menurut informasi yang dihimpun Klikkabar.com, Murtalamuddin merupakan tangkapan pihak Sat Resnarkoba pada Minggu, 23 Oktober 2016 sekira pukul 15.00 WIB di Desa Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Kemudian, Murtalamuddin dibawa petugas ke Lhokseumawe untuk dilakukan pengembangan, namun hasilnya nihil. Saat didalam perjalanan pulang kembali ke Idi sekira pukul 03.15 WIB tepatnya di atas jembatan Arakundo, Murtalamuddin mencoba melarikan diri dengan cara melompat ke sungai setelah sebelumnya merusak borgol.
Petugas lalu melakukan pengejaran hingga akhirnya Murtalamuddkn ditemukan Selasa pagi dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan pihak keluarga saat itu juga menolak untuk dilakukan otopsi dan jenazah Murtalamuddin langsung dibawa pulang ke rumah duka.
REPORTER : ZAMZAMI ALI
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan