
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Banda Aceh menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS bagi kalangan masyarakat Kota Banda Aceh.
Acara sosialisasi tersebut berlangsung di 3in1 Coffe Lantai 2, Lambhuek, Banda Aceh, Kamis 3 November 2016.
Acara yang bertemakan “Bahaya HIV/AIDS di Kalangan Masyarakat Kota Banda Aceh” ini menghadirkan dua narasumber, yakni Illiza Saaduddin Djamal yang merupakan calon Walikota Banda Aceh incumbent untuk periode 2017-2022, dan Ustadz Masrul Aidi, LC., alumnus Al Azhar Mesir.
M. Irvan Syah Putra selaku Ketua Panitia sekaligus pengelola program, mengatakan acara sosialisasi tersebut diharapkan agar masyarakat Kota Banda Aceh tau akan bahaya HIV/AID sehingga akan menjauh dari praktek-praktek yang bisa menular seperti gonta-ganti pasangan (seks bebas), dan lain sebagainya.
“Kita akan terus melakukan sosialasi kepada masyarakat agar mereka tau akan bahaya HIV/AIDS, sehingga sadar dan mau menghindar dari perbuatan yang bisa menularnya penyakit ini. Kita juga berharap masyarakat terutama kaum muda agar menjadi garda terdepan dalam memerangi HIV/AIDS,” ungkapnya.
Sementara Illiza dalam pemaparannya mengatakan HIV/AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya.
Dikatakannya, penularan penyakit HIV/AIDS disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya berganti-ganti pasangan (seks bebas), melalui jarum suntik dan transfusi darah. HIV/AIDS juga bisa menular lewat pisau cukur rambut atau jenggot yang tidak diganti bila terkena darah.
“Oleh karena itu, saya mengajak semua masyarakat Kota Banda Aceh terutama kaum muda dan remaja untuk lebih hati menjaga diri agar tidak terinfeksi virus HIV/AIDS. Terutama mengatakan tidak pada pergaulan bebas/seks bebas. .
Lanjutnya, remaja merupakan tulang punggung generasi penerus bangsa. Apalagi Visi Kota Banda Aceh ke depan adalah sebagai Model Kota Madani. “Oleh karena masyarakat dan para kaum muda harus menjadi yang terdepan dalam memerangi penyakit HIV/AIDS. Pemuda harus menjadi duta HIV/AIDS,” ungkapnya.
Sedangkan Ustdz Masrul Aidi, LC mengungkap bahwa perlu regulasi khusus yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam melakukan penanganan HIV/AIDS. Karena penyakit tersebut sangat mudah merebak terutama lewat pergaulan bebas dan jarum suntik. Apalagi mengingat Banda Aceh Kota yang terus berkembang.
“Yang paling penting, semua stackholder baika pemerintah, kalangan masyarakat, ormas, okp, dan mahasiswa sadar akan bahaya HIV/AIDS, sehingga bisa bahu membahu dalam menumpaskan penyakit tersebut, terutama dalam menumpaskan penyebab-penyebab penularannya seperti membasmi penyakit sosial berupa pergaulan bebas atau seks bebas,” ungkapnya.
Adapun acara tersebut diikuti lebih kurang seratusan peserta dari berbagai kalangan, baik perwakilan gampong, LSM, OKP dan perwakilan mahasiswa. []
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan