
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria mengatakan, penolakan warga Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat atas kedatangan Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) pada Rabu (2/11) merupakan buntut dari kemarahan warga. Menurut Riza sapaan akrab Ahmad Riza Patria, warga marah melihat sikap Ahok yang arogan dan kerap melontarkan kata-kata kasar.
“Saya kira itu kan terkait dengan karakter Ahok sendiri yang egois, arogan, mulutnya tidak hati-hati,” ujar Ahmad Riza di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (3/11).
Sejatinya, kata Riza, seorang Gubernur menampilkan sikap bijak, santun, mengayomi sehingga layak dicontoh dan dihormati oleh masyarakat.
“Bukan malah menjauhkan rakyat atau mencaci-maki rakyat. Itu akibatnya maka dia ditolak di beberapa daerah,” sambung Riza.
“Makanya kalau ngomong jangan sembarangan, termasuk dia bilang angkot dihabiskan, nanti tidak boleh ada angkot di Jakarta. Nah sekarang yang nolongin dia Angkot. Kemarinkan kaburnya yang nolongin angkot. Jadi mulutmu harimaumu, ada yang bilang mulutmu nagamu,” tambah politikus Partai Gerindra ini.
Kepada Ahok, Riza menyarankan agar lebih berhati-hati dalam berucap. Ahok juga diharapkan memperbaiki sikapnya untuk menjadi lebih baik.
“Jadi ke depan makanya Ahok supaya lebih baik lagi. Jangan menimbulkan kemarahan dan kebencian pada masyarakat,” tuntasnya.
Seperti diketahui, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan penolakan oleh puluhan orang saat menyambangi Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Padahal awalnya, dia ingin menyapa warga sekaligus akan melihat normalisasi Kali Sekretaris.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, Basuki atau akrab disapa Ahok tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Awalnya dia nampak langsung menyapa warga sembari bersalaman dan berfoto.
Namun, saat mantan politisi Gerindra ini memasuki Jalan Ayub, dari belakang rombongan ada puluhan warga yang menolak kedatangannya.
Habib Idrus Al-Ashi mengaku tidak terima saat aparat kepolisian melakukan pengawalan terhadap Ahok. Sebab mereka merasa tidak terima dengan kehadiran Ahok.
“Kita enggak terima kampung kita dimasuki penista agama. Kita enggak mau cari ribut tolong pak polisi bisa usir Ahok,” katanya di Jalan Ayub, Jakarta Barat, Rabu (2/11). (merdeka)
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
