Batik songket
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Batik aceh hadir memeriahkan arena Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) Aceh. Acara ini digelar di Stadion Harapan Bangsa, Sabtu 23 Juli hingga Rabu, 27 Juli 2016.
Muhammad Iqbal selaku penjaga stan batik aceh di arena KTNA kepada klikkabar.com mengutarakan bahwa permintaan batik aceh saat ini terus meningkat, apalagi dengan hadirnya motif-motif baru yang simpel dan enak dipandang.
“Meskipun pengunjung kali ini tidak seramai saat pameran-pameran sebelumnya, namun minat masyarakat untuk melihat serta mengetahui batik Aceh terbilang besar,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan, salah satu batik aceh yang ramai diincar adalah batik songket. Bati ini memiliki perpaduan antara pintoe aceh dan songket. Hampir setiap pengunjung meminta beli batik motif ini, namun karena persediaan terbatas jadi akan dilepas pada hari terakhir.
“Akan kita lelang nantinya pada hari terakhir,” ujar Iqbal, Selasa 26 Juli 2016.
Selain batik songket, batik print juga banyak dicari dengan beberapa jenis terbaru yang ditawarkan seperti batik on seuke, batik senijuek, batik mazaya, batik on ranub, batik Kuta Radja, dan batik cut bang.
Meski tak begitu populer, batik diperkirakan sudah mulai ada sejak abad ke-13 di Aceh. Hal ini terlihat dari makam raja-raja Aceh yang menggunakan motif batik. Selain itu, ukiran-ukiran Romoh Aceh, yakni rumah khas adat Aceh juga terdapat motif batik.
Motif batik aceh itu sendiri mengandung banyak makna, menggambarkan kepribadian dan filosofi kehidupan masyarakat Aceh yang menjadi kearifan lokal serta pedoman hidup masyarakat. Motif-motif batik aceh yang terkenal di antaranya adalah motif pintoe aceh, bungoeng jeumpa, tulak angen (motif yang biasanya ada pada rumah aceh yang atapnya berbentuk plana), rincong, awan berarak, awan meucanek, gayo, pucok reubong, dan lain sebagainya. []
REPORTER: MAKSALMINA
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan