Warga Nagan Raya saat membakar sejumlah atribut konser Cita Citatabeberapa waktu yang lalu.
KLIKKABAR.COM, NAGAN RAYA – Meski konser pedangdut kondang asal ibukota Cita Citata di Nagan Raya secara resmi telah dibatalkan namun sampai saat ini masih terjadi polemik antara penyelenggara konser dengan Front Pembela Islam (FPI).
Terkait penolakan konser Cita Citata oleh sejumlah Ulama dan Ormas di Nagan Raya yang seharusnya konser itu dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2016, FPI minta kepada panitia untuk tidak melakukan aksi balas dendam baik secara pribadi maupun mengatasnamakan panitia. Menurut FPI penolakan itu sudah tepat demi menjaga kemaslahatan umat yang lebih banyak.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua Front Pembela Islam (FPI) Nagan Raya Neldi Isnayanto kepada Klikkabar.com, kamis 14 Juli 2016.
“Secara pribadi maupun kepanitian sudah tidak ada hak lagi untuk dendam, pembatalan itu sudah sah tidak dan boleh disalahkan siapa siapa lagi” tutur Neldi menanggapi adanya isu akan ada aksi balas dendan panitia karena telah gagal menyelenggarakan konser Cita Citata.
Neldi menekan para panitia untuk menerima hasil kesepakatan yang sudah di mediasi oleh Kapolres Nagan Raya beberapa waktu lalu.
“Keputusan bersama waktu itu merupakan keputusan mutlak dan tidak ada lagi celah siapa yang salah,” ujarnya.
Ketua FPI Nagan Raya berharap terkait masalah aksi pembakaran atribut Cita Citata oleh sejumlah pemuda dan masyarakat Nagan Raya pada waktu itu jangan lagi diperbesarkan dengan dalih akan meminta ganti rugi kepada pelaku pembakar atribut.
Menurutnya Neldi, wajar saja jika masyarakat emosi karena panitia tidak menunggu keputusan ersama pada saat dimediasi oleh Kapolres Nagan Raya. “Itu langkah yang tepat agar masyarakat tidak tergiring opini sesat,” ungkapnya.
“Panitia over akting tidak menunggu keputusan bersama, tentu mereka harus segera melapangkan dada menerima keadaan dalam bentuk apapun, agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan,” tambah Neldi.
Dalam hal ini, Ketua FPI mengajak semua pihak untuk membangun kebersamaan demi Nagan Raya yang lebih, santun, harmonis, aman, nyaman serta berwibawa.
“Sekarang mari kita bersama-sama mewujudkan Nagan Raya yang bermartabat dan bersyariat,” tutupnya.
REPORETER : ANISRULLAH
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan