Ilustrasi pendidikan di China
Oleh: dr. Teuku Ona Arief
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Anak merupakan karunia dari yang maha kuasa kepada manusia bagi siapa saja yang dikehendakinya.
Setiap pemberian dari yang maha kuasa merupakan sesuatu yang harus dijaga dan disyukuri. Oleh karena itu orang tua dituntut agar memiiki kemampun dan ilmu dalam mendidik anak agar mencapai kebahagian dunia dan akhirat.
Kehadiran seorang anak dalam keluarga dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif antara lain ialah anak dijadikan sebagai pembuka pintu rezeki dan penyejuk hati orang tuanya, sedangkan dampak negatifnya ialah anak dapat menjadi bencana dalam keluarga.
Dalam hal mendidik anak pendidikan di rumah menjadi madrasah yang paling utama, diikuti dengan pendidikan formal diluar rumah baik di sekolah, tempat kursus/les maupun dibalai keagamaan.
Namun tolak ukur keberhasilan mendidik anak menurut saya yaitu bagaimana orang tua bersedia meluangkan waktu kepada anaknya agar benar-benar TERDIDIK dan TERKONTROL.
Era sekarang sungguh sudah sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan era 90-an dimana pada masa itu anak anak sangat menikmati masa kecilnya dengan berbagai permainan tradisional yang sesuai dengan usia mereka, seperti bermain kelereng, lompat tali (karet), petak umpet, dan lainnya.
Namun di era ini anak-anak tidak lagi menghabiskan waktu dengan permainan yang sesuai dengan usia mereka, ini dikarenakan karena pesatnya perkembangan zaman, khususnya di Indonesia yang sudah sangat maju dengan berbagai kehadiran teknologi berkualitas, diantaranya seperti Play Station (PS),warung internet (warnet), televisi dengan berbagai macam pilihan siaran baik lokal dan mancenegara, dan terakhir yang sangat menyita perhatian adalah hadir nya Smart Phone/Tablet.
Bahkan tidak sedikit anak-anak yang sudah sangat pandai mengakses gadget milik orang tuanya secara bebas dan tidak terkontrol, yang kemudian anak-anak ini cenderung mempunyai keinginan untuk memiliki smartphone pribadi.
Banyak orang tua berasumsi bahwa kehadiran gadget ini dapat menjadi momok bagi perkembangan anak, namun hal ini tidak sepenuhnya benar karena tidak sedikit pula manfaat dan kemudahan yang diberikan oleh gadget tersebut.
Disinilah peran orang tua diuji dalam mengontrol anak agar mereka tidak lalai dari hal-hal yang dapat mempengaruhi turunya minat, prestasi belajar dan kurangnya interaksi sosial.
Seiring perkembagan zaman orang tua dituntut harus bisa mendidik anak sesuai perkembangan zamannya. Kita lihat saja contohnya sekarang berbagai macam kenakalan dan kehidupan ala barat sudah sangat bebas masuk ke Indonesia yang berdampak pada pengikisan akidah anak dan remaja. Diantaranya kasus narkoba, pornografi, Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) yang sudah sangat meresahkan pemerintah dan masyarakat.
Oleh karena itu kepada seluruh orang tua dan para calon orang tua nantinya agar dapat mengurangi waktu kesibukannya. Anak juga merupakan masa depan anda dan aset penerus bangsa ini.
Satu yang perlu kita ingat bahwa pencegahan (preventif) itu lebih baik dari pada mengobati. Orang tua sebagai madrasah utama dalam mendidik anak tidak cukup hanya dengan menyediakan mereka berbagai fasilitas, yang paling mereka butuhkan ialah keharmonisan serta Quality Time bersama ayahanda dan ibundanya.
Luangkan waktu untuk mereka, menonton tayangan yang bersifat edukatif bersama anak, mengarahkan anak untuk menjadi smart user terhadap fasilitas yang anda berikan, mengadakan tukar pikiran (brainstorming) tentang kegiatan mereka diluar rumah, mengajarkan peran sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat dan sempatkan diri anda para orang tua untuk menghubungi bahkan jika diperlukan secara diam-diam memantau kegiatan anak anda diluar rumah.
Dengan berbagai kasus pelanggaran etika yang mewabah kepada anak dan remaja pada masa ini, peran orang tua dituntut harus cukup bisa mengenal, membaca keadaan dan mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh anak.
Bagaimana pergaulan mereka diluar rumah, dengan siapa dan apa saja kegiatan yang mereka kerjakan baik disekolah maupun diluar sekolah. Lakukan koordinasi dengan pihak guru, para orang tua dari teman-teman anak anda dan yang paling penting tanamkan pendidikan keagamaan, tauhid dan nilai-nilai akidah akhlak sedini mungkin kepada mereka.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan