Ferdinand Minta Tak Dipenjara, 2 Tahun Alami Gangguan Saraf

-

- Advertisment -

Ferdinand Minta Tak Dipenjara, 2 Tahun Alami Gangguan Saraf

Ferdinand Hutahean mengajukan penangguhan penahanan kepada pihak Bareskrim Polri karena alasan riwayat penyakit saraf yang dideritanya.  Ferdinand berstatus tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA dan telah ditahan untuk 20 hari ke depan di rutan Bareskrim Polri.

“Apa saja upaya-upaya hukum yang akan dilakukan, pertama adalah mungkin permohonan penangguhan penahanan,” kata pengacara Ferdinand, Zaky Rasidik kepada wartawan, Selasa (11/1/2021).

Zaky menuturkan, salah satu alasan permohonan penangguhan penahanan ini adalah riwayat penyakit yang dimiliki oleh Ferdinand.

“Karena tentu klien kami ini ada riwayat sakit ya, sehingga mungkin permohonan penangguhan itu perlu untuk kami lakukan,” ujarnya.

Alasan selanjutnya, kliennya merupakan tulang punggung keluarga.

“Kedua karena klien kami ini tulang punggung keluarga, sehingga mungkin itu yang kemudian mendasari kami mengajukan penangguhan penahanan,”  jelasnya.

Zaky menuturkan dalam upaya penangguhan penahanan ini pihak keluarga Ferdinand akan menjadi penjamin. Lalu, jaminan lainnya adalah Ferdinand disebut bakal kooperatif selama proses hukum.

“Jaminannya yang pertama kita pastikan klien kami ini kooperatif untuk menjalani proses hukum yang berjalan,” kata Zaky.

Penyakit saraf yang dialami kliennya telah disampaikan ke penyidik saat pemeriksaan kemarin. Rony mengatakan hasil rekam medis Ferdinand telah diserahkan ke penyidik sebagai bukti pemeriksaan lebih lanjut.

“Apa yang disampaikan tadi bahwa klien kami mengalami gangguan kesehatan di bidang saraf sudah 2 tahun. Sedang juga menjalani perawatan intensif dengan minum obat teratur dan sudah disampaikan dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Kasus yang Ferdinand ini bermula dari cuitannya di akun Twitter @FerdinandHaean3.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela” demikian cuitan Ferdinand dalam akun Twitternya.

Ferdinand dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda