Wabah & Perang Batalkan 40 Kali Haji

-

- Advertisment -

Wabah & Perang Batalkan 40 Kali Haji

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Sebelum covid-19, s etiap tahun sekitar 2 juta umat Islam berhaji di Mekkah.  namun selama 2 tahun sejak 2020 dan 2021, ibadah haji hanya  terbatas bagi warga yang menetap di Arab dengan kapasitas sekitar  60 ribu jamaah haji pada 2021. Masalah ibadah haji yanga terbatas atau dilarang bagi umat di luar Arab bukanlah hal baru. sebelumnya sekitar 40 kali  ibadah haji dibatalkan karena alasan perang dan wabah setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Dikutip dari laman Siasat,  Selasa (19/7), pembatalan ibadah haji karena berbagai alasan seperti pertikaian politik, wabah, dan peperangan. Berikut ini sebagian alasan pembatalan haji yang pertama pada tahun 629 dengan alasan pembantaian di Arafah.

Selanjutnya pada tahun 865,  konflik antara Ismail bin Yusuf alias Al Safak dan Kekhalifahan Abbasiyah yang berbasis di Baghdad yang menjadi alasan pembatalan. Al Safak menyerang ke Arafah, membantai para jemaah.

Pembatalan selanjutnya pada tahun 930-940 selama 10 tahun. alasan pembatalan  karena penyerangan sekte Qarmatian yang   menganut Syiah Ismaili. Sejarawan mengklaim tentara Abu Tahir membunuh 30.000 jemaah yang ada di Makkah. Mayat para jemaah dibuang ke dalam sumur Zamzam.

Tentara Qarmatian juga menjarah Hajar Aswad. Karena ini, haji dibatalkan sampai umat Islam merebut kembali batu hitam itu dari Qarmatian.

Haji kembali ditiadakan selama delapan tahun dari 983 – 991, saat terjadi konflik Kekhalifahan Abbassiyah dan Fathimiyah. Abbassiyah menguasai wilayah Irak dan Suriah, sementara Fathimiyah menguasai Mesir.

Pada 1256-1260, haji dibatalkan karena alasan perselisihan politik. Hanya orang-orang Hijaz atau Arab Saudi boleh berhaji.

Sedangkan pembatalan haji karena wabah yang pertama terjadi pada tahun 967 yang menewaskan ribuan manusia dan hewan.

Haji kembali dibatalkan karena wabah pada 1831. Wabah bermula dari India dan mencapai Makkah yang menyebabkan tiga perempat jemaah haji meninggal di Makkah.

Selanjutnya epidemi pada tahun 1837-1858 menyebabkan haji dihentikan sekitar tiga kali, dan lebih lanjut membatasi peziarah untuk mengunjungi Makkah selama hampir tujuh tahun. Pada tahun 1837, kolera menyerbu Makkah.

Haji dibatalkan sampai 1840. Dua pandemi kolera lainnya melanda kota itu pada tahun 1846 dan juga pada tahun 1858.

Wabah besar-besaran pada tahun 1831 yang membuat haji dibatalkan. Haji ditiadakan tiga kali dalam rentang tahun 1837 hingga 1858.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda