Sidang Dibuka Kembali Bank Konvensional di Aceh Hadirkan Eks DPRA

-

- Advertisment -

Sidang Dibuka Kembali Bank Konvensional di Aceh Hadirkan Eks DPRA

Sidang gugatan terhadap Bank Mandiri, BRI dan BCA yang diajukan oleh Safaruddin agar bank konvensional tidak menutup kantor operasionnya di Aceh digelar lads Kamis, (23/9/2022) masuk agenda pemeriksaan saksi dari Penggugat. Hadir sebagai saksi hari ini Kausar dan Basri.

Sidang dibuka oleh Ketua Majelis Hakim Dulhusin dihadiri oleh para pihak Bank Mandiri, BRI dan BCA. Dalam persidangan Kausar menjelaskan bahwa saat Qanun tersebut disahkan oleh DPR Aceh dirinya masih anggota DPRA, dan semangat pembentukan Qanun LKS adalah untuk menjalankan Keistimewaan Aceh dalam bidang Syariat Islam yang tertuang dalam Qanun Nomor 8 tahun 2014 tentang Pokok-pokok Syariat Islam yang kemudian dari pasal 21 Qanun tersebut mengamanahkan untuk melahirkan Qanun tersendiri untuk mengatur Lembaga Keuangan Syariah sebagai nilai tambah keistimewaan Aceh.

Dan dalam pasal 21 secara tegas juga telah di sebutkan dalam ayat 2 bahwa lembaga keuangan konvensional yang sudah beroperasional di Aceh harus membuka unit usaha syariah.

“Pada saat saya mesih anggota DPRA Qanun itu kami sahkan dan setelahnya di serahkan ke eksekutif untuk operasional Qanunnya, dan yang paling penting adalah semangat Qanun LKS adalah mendorong agar Bank Konvensional untuk membuka layanan syariah nya, bukan menutup Bank konvensional, jadi tidak ada pembahasan di DPRA itu saat itu sepengetahuan saya dengan adanya Qanun LKS maka Bank Konvensional di tutup,” ucap Kausar.

Selain sebagai anggota DPRA yang ikut melahirkan Qanun LKS, Kuasar memberikan keterangan sebagai nasabah bank Mandiri, dirinya mengatakan sangat kesulitan dengan tidak adanya bank konvensional di Aceh, bahkan ketika ATM nya hilang dia harus keluar dari Aceh untuk mengurus ATM.

Basri warga Aceh Timur menyampaikan hal senada dengan Kausar. Basri sebagai nasabah BRI dan pernah suatu kali ATM nya terblokir, setelah melaporkan tentang pemblokiran ATM, kemudia dirinya di arahkan agar melaporkan ke BRI yang ada di Sumatera Utara.

“Saya mengganti buku tabungan BRI di Lampung Selatan pas kebetulan saya ada kegiatan di Kalianda, Lampung Selatan karena saat saya mau ganti buku tidak bisa lagi di Aceh harus ke Sumatera Utara, pas saya ke Lampung maka sekalian saya urus buku baru, begitu juga saat ATM saya terblokir, saya buka di Jakarta karena di Aceh tidak ada kantor operasional BRI lagi”, kata Basri dalam pemeriksaan bersamaan dengan Kausar.

Setelah kesaksian keduanya kemudian Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Safar selaku penggugat apakah ada tambahan saksi, dan Safar meminta waktu untuk menghadirkan dua saksi lagi persidangan ke depan, dan Hakim memberikan kesempatan pada sidang yang akan dilanjutkan Kamis (30/9/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda