Selama Covid, Harta Gubernur Aceh Tambah Rp1 Miliar

-

- Advertisment -

Selama Covid, Harta Gubernur Aceh Tambah Rp1 Miliar

Dalam pekan ini, KPK mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sejumlah pejabat dan menteri terkaya terlihat memiliki harta yang fantastis.

Dalam laporan yang dikutip pada Rabu (8/9/2021) urutan pertama pejabat terkaya adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Dato Sri Tahir dengan kekayaan 25 unit tanah dan bangunan dengan total Rp182 miliar. Harta transportasi dan mesin dengan total Rp12 miliar, harta bergerak lainnya Rp4 triliun lebih, dan surat berharga Rp8 triliun.

Tahir memiliki uang kas Rp2 triliun dan harta lainnya Rp72 miliar. Sub totalnya kekayaan dia mencapai Rp15 triliun dan utangnya Rp6 triliun lebih sehingga total kekayannya Rp8 triliun.

Pejabat negara kedua terkaya yakni Menparekraf Sandiaga Uno dengan sub total kekayaan Rp3 triliun lebih dan utang Rp181 miliar sehingga kekayaannya Rp3 triliun lebih.

Ketiga Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dengan total kekayaan Rp2,4 triliun dan tak memiliki utang.

Keempat, Menteri BUMN Erick Tohir dengan sub total kekayaan Rp2,4 triliun dan utang Rp176 miliar sehingga total kekayannya Rp2,3 triliun.

Kelima Menhan Prabowo Subianto dengan sub total kekayaan Rp2 triliun dan utang Rp8 miliar sehingga total kekayaannya Rp2 triliun.

Keenam, Kesra Seksa Pemkab Rokan Hulu, Umzakirman memiliki 5 tanah dan bangunan senilai Rp1,8 triliun, 4 alat transportasi senilai Rp324 juta, surat berharga Rp63 juta, tak memiliki utang, sehingga total kekayaan sebanyak Rp1,8 triliun.

Bagaimana dengan pejabat di Aceh, apakah kekayaan bertambah selama Covid-19? Sebut saja Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam LHKPN KPK pada 11 Februari 2020 untuk periode 2019 tercatat total kekayaan Nova Rp9,17 miliar. Nilai ini naik Rp 547 juta dibanding pada 2018 dengan total kekayaan Nova Rp 8,63 miliar.

Kenaikan harta kekayaan Nova karena ada penambahan asetnya pada jenis tanah dan bangunan. Pada 2018 kekayaan tanah dan bangunan milik Nova Rp5,56 miliar lalu naik menjadi Rp5,91 miliar pada 2019. Kenaikan didominasi dari bertambah aset berupa bangunan di Jakarta Barat senilai Rp300 juta.

Pada 2019, Nova melaporkan aset bergerak 1 mobil BMW 5301 CKD AT senilai Rp1,1 miliar. Penambahan ini membuat total alat transportasi dan mesin punya Nova mencapai Rp1,56 miliar, dari sebelumnya Rp499,5 juta pada 2018. Nova memiliki harta bergerak lain Rp160 juta, kas dan setara kas Rp1,9 miliar, harta lainnya Rp159 juta, dan hutang Rp530 juta.

Selanjutny LHKPN Nova yang dilaporkan pada 26 Januari 2021 untuk periodik 2020, total kekayaan Nova yakni Rp10,8 miliar dengan rincian memiliki 30 unit tanah dan bangunan yang mayoritas di Bener Meriah dan Jakarta dengan total Rp5,9 miliar

Kemudian alat trasnportsai dan mesin dengan total Rp1,8 miliar yang terdiri dari Toyota Alphad Minibus tahun 2011 Rp275 juta, Yamaha Sepeda Motor tahun 2014 Rp5 juta, Yamaha BG6 A/T tahun 2018 Rp28 juta. Kemudian BMW 530I CKD AT tahun 2019 Rp900 juta. BMW R 1250 GS ADVENTURE tahun 2018 Rp680 juta

Lalu harta bergerak lain dengan total Rp127 juta serta kas dan setara kas mencapai Rp4,1 miliar.
Nova tidak memiliki surat berharga dan namun ada hutang Rp1.210.015.499. Dengan demikian total kekayaan Nova sebelum dipotong hutang yakni Rp 12.083.396.619. Total bersih harta kekayaan Nova pada 2020 atau selama Covid yakni Rp10.873.381.120, naik dibandingkan harta kekayaan Nova sebelum Covid pada 2019 yakni Rp9,17 miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda