Raja Salman Arab Tinggalkan Obama untuk Shalat, Hafal Quran Usia 12 Tahun

-

- Advertisment -

Raja Salman Arab Tinggalkan Obama untuk Shalat, Hafal Quran Usia 12 Tahun

Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud adalah pemimpin Kerajaan Arab Saudi.  Raja Salman dinobatkan sebagai raja ketujuh Arab Saudi pada 23 Januari 2015 setelah wafatnya Raja Abdullah bin Abdulaziz. Almarhum Raja Abdullah adalah kakak Raja Salman.

Penghafal Alquran dipandang dengan kehormatan dan penghargaan tertinggi dalam masyarakat Muslim. Setelah menyelesaikan hafalan Alquran, Raja Salman belajar agama dan ilmu pengetahuan modern di lembaga yang sama yang didirikan oleh ayahnya; Raja Abdulaziz al-Saud, pada tahun 1356 untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

Sebagai penganut setia ajaran Alquran, Raja Salman pernah mengatakan dalam salah satu pidatonya:

“Alquran adalah salah satu karunia besar yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam, dan ketika kita mematuhi ajaran Alquran kita akan tetap dihormati dan kuat, dan jika kita gagal melakukannya maka kita akan dipermalukan dan terpecah belah.”

Segera setelah naik takhta menjadi Raja Arab Saudi, dia mengejutkan orang-orang Arab Saudi ketika dia mengelilingi Kakbah tanpa keamanan, memungkinkan mereka yang hadir untuk menemuinya tanpa batasan. Itu merupakan yang pertama kalinya Raja Arab Saudi mengelilingi Kakbah tanpa pengawal atau bodyguard.

Ketika Presiden AS—saat itu Barack Obama—mengunjungi Riyadh untuk menyampaikan belasungkawa setelah kematian Raja Abdullah, dia memastikan bahwa pertemuan dengan orang paling berkuasa di dunia itu tidak menghentikannya untuk shalat. Saat dia duduk bersama Obama dan mendengar azan Ashar, dia meninggalkan Obama sendirian untuk shalat.

Raja Salman adalah pendukung kuat filantropi di negara-negara Muslim miskin seperti Somalia, Sudan, Bangladesh, Afghanistan, dan Bosnia-Herzegovina.

Dia dianggap sebagai sosok yang cerdas dan pekerja keras serta menjadi mediator yang terpercaya dalam menyelesaikan konflik. Sebelum jadi raja, dia merupakan Gubernur Provinsi Riyadh dan pemerintahannya di Provinsi Riyadh saat itu bebas korupsi.

Atas jasa kemanusiaannya, dia telah dianugerahi banyak medali dan penghargaan, termasuk penghargaan dari Indonesia, Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Prancis, Maroko, Palestina, Filipina, Senegal, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yaman, dan Medali Raja Abdulaziz.

Salman bin Abdulaziz telah menikah tiga kali. Dia memiliki 13 anak. Istri pertamanya adalah Sultana binti Turki al-Sudairi yang merupakan sepupu—putri paman dari pihak ibu—, Turki bin Ahmad al-Sudairi. Mereka menikah pada tahun 1954.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda