Perempuan 4 Kali Berisiko Osteoporosis Dibandingkan Pria

-

- Advertisment -

Perempuan 4 Kali Berisiko Osteoporosis Dibandingkan Pria

Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan perempuan berisiko osteoporosis atau pengeroposan tulang 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Dokter spesialis gizi klinik, Dr dr Luciana B Sutanto mengatakan bahwa osteoporosis adalah penyakit ketika tulang kehilangan kepadatan dan akhirnya rapuh. Sehingga, tekanan ringan seperti membungkuk atau batuk pun dapat menyebabkan patah tulang. Patah tulang atau fraktur terkait osteoporosis paling sering terjadi di pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.

Proses osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi (tanpa gejala/silent disease).

Luciana menuturkan, osteoporosis seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, faktanya, bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda dan produktif seperti usia 30.

“Beberapa gejala atau tanda yang terjadi merupakan fraktur akibat dari osteoporosis, seperti postur bungkuk, sakit punggung, menurunnya tinggi badan, sering mengalami cedera atau keretakan tulang. Hal ini perlu menjadi perhatian, khususnya perempuan yang memasuki usia 30,” kata Luci Selasa (19/10/2021).

Luci menyatakan perempuan cenderung mengalami penurunan massa tulang mulai usia 30-menopause dan seterusnya. Jika mereka menikah di usia 30-an, banyak dari mereka yang mungkin hamil atau menyusui, di mana mereka adalah salah satu kelompok risiko osteoporosis.

Sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berumur 20 sampai 29 tahun memiliki massa tulang rendah. Ini meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause.

“Perempuan di usia 30 harus waspada, karena setelah mencapai puncak massa tulang pada usia 30, tulang menjadi lebih tipis dan lemah jika tidak dijaga kesehatannya, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis,” kata Luci dikutip dari liputan6.

Menurut Infodatin Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2020, pada 2050 di seluruh dunia, diperkirakan 6,3 juta orang per tahun mengalami patah tulang pinggul, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia.

Di Asia Tenggara, osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya. Osteoporosis juga merupakan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi individu, komunitas, dan sistem kesehatan masyarakat. Untuk mencegah terjadinya osteoporosis, penting bagi perempuan untuk mengonsumsi kalsium dan vitamin D secara terus menerus di antara usia 20-30.

“Sayangnya, kandungan nutrisi di Indonesia pada umumnya mengandung kalsium dan vitamin D dalam level rendah. Padahal nutrisi yang cukup dan pola hidup yang sehat merupakan langkah penting untuk mencegah osteoporosis. Maka, bisa juga ditambahkan dengan suplementasi,” Luci menjelaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda