Nasdem Balas Demokrat: Wajar Ada Buzzer dalam Berpolitik

-

- Advertisment -

Nasdem Balas Demokrat: Wajar Ada Buzzer dalam Berpolitik

Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago, menilai penggunaan buzzer wajar dalam berpolitik. Hal ini disampaikan Irma untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan buzzer merusak tatanan demokrasi.

“Pertanyaan nya siapa yang tidak menggunakan buzzer dalam berpolitik? Buzzer bisa dari kader fanatik maupun dari profesional. Nggak perlu lempar batu sembunyi tangan, bagi semua orang politik, apa lagi orang-orang yang pernah berada dalam kekuasaan pasti mahfum dengan perilaku ini,” kata Irma lewat pesan, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, sosialisasi, provokasi, agitasi dan propaganda adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku politik. Siapapun dan partai manapun akan melakukan hal yang sama untuk pencitraan maupun untuk mendowgrade lawan politik.

“Makanya kalau nggak gatal jangan digaruk, kalau tidak mau dicubit ya jangan mencubit, jika tidak ingin dikritik ya jangan mengkritik, kalau tidak ingin dikomentari ya jangan mengomentari. Tak akan ada asap jika tidak ada api,” ujarnya.

Menurutnya, negarawan harus lapang dada dan bijak. Dia mencontohkan Presiden Jokowi yang dihina secara fisik, di caci maki, di fitnah dan bully tetap tenang.

“Tetap tenang dan tidak mendendam, karena beliau sadar bahwa untuk menjadi bapak bangsa harus punya mental baja,” kata Jokowi.

“Sebagai rakyat wajar jika curhat ke presiden misalnya menagih janji-janji presiden dan mengkritisi presiden, tetapi jangan sampai presiden malah curhat pada rakyat, tidak boleh kebalik, kasihan rakyat sudah susah malah dicurhati,”  ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti hadirnya pendengung atau buzzer di media sosial. Dia menilai keberadaan buzzer justru merusak tatanan demokrasi lantaran menyebarkan hoaks politik.

“Saat ini kita hadapi perilaku-perilaku buruk para buzzer yang memang pekerjaan utamanya adalah untuk memproduksi dan menyebarluaskan hoaks politik,” kata AHY saat sambutan pada perayaan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021).

AHY menuturkan, serangan buzzer kerap diterima Partai Demokrat yang bertujuan untuk memecah belah sekaligus membungkam sikap kritis.

“Mereka sebenarnya adalah perusak demokrasi dan telah memecah belah bangsa. Kita harus waspada dan kita harus berani tegar untuk menghadapi itu semua,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda