MUI: Terlalu Dini Sebut Taliban Sudah Moderat

-

- Advertisment -

MUI: Terlalu Dini Sebut Taliban Sudah Moderat

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Najih Arromadhoni mengatakan terlalu dini menyatakan Taliban sudah moderat. Sebab, kekerasan masih terus terjadi, sehingga klaim Taliban moderat perlu diuji dengan waktu.

“Klaim berubah itu jelas sebagai upaya Taliban untuk membangun citra baru mereka. Tetapi, fakta di lapangan, kekerasan masih terus terjadi,”  ungkap Najih dalam webinar ‘Bertajuk Situasi Politik di Afghanistan dan Gerakan Radikal-Teroris di Indonesia’ yang digelar Lembaga The Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution, Selasa (24/8/2021) malam.

Najih  mengatakan bahwa dulu umat Islam di Afghanistan bermazhab Sunni dan penganut Thoriqah. Kalau kita lihat, ideologi-ideologi itu sudah bergeser  dari Sunni Maturidi ke Salafi Wahabi, ketika anak-anak ini pulang dari lembaga di Pakistan yang lembaganya didanai oleh Arab Saudi dengan ideologi Salafi Wahabinya.

Najih ragu kalau Taliban dianggap bermazhab Hanafi.

“Karena nature-nya Hanafi itu paling rasional. Perilaku Taliban jauh dari karakter ini. Contoh, menurut Hanafiah, cadar itu Sunnah. Tapi menurut Taliban cadar itu sesuatu yang prinsip,”  ungkapnya.

Najib menilai Taliban, Al Qaeda dan ISIS sama-sama berideologi Salafi Wahabi dengan karakter klaim kebenaran. Selain itu, persamaan lainnya antara ketiganya yakni memiliki visi negara agama, baik itu Khilafah Islamiyah, Daulah Islamiyah atau Darul Islam.

Taliban, Al Qaeda dan ISIS sama-sama menggunakan kekerasan dan teror. Mereka juga sama-sama tekstual dalam memahami teks Al-Qur’an dan hadist. Ketiganya juga sama-sama mengeliminasi peran perempuan. ISIS memperjualbelikan perempuan. Sedangkan Taliban menganggap perempuan sebagai makhluk rendah. Contohnya, perempuan harus di belakang laki-laki kalau berjalan. Lalu, kalau Taliban punya anak, yang dihitung cuma laki-laki.

Najih mengatakan ISIS dan Al Qaeda itu transnasional, sedangkan Taliban itu lokal. Dia menambahkan, Taliban lebih permisif terhadap Syiah dan Komunis. Kemudian, kata dia, Taliban hadir di Asyura.  Taliban juga bekerja sama dengan China, sedangkan ISIS permisif dengan Israel. Mereka yang euforia dengan kemenangan Taliban dinilai menunjukkan solidaritas atau kesamaan emosional gerakan-gerakan ekstremis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda