Mahfud MD Minta Satgas BLBI Segera Eksekusi Aset Debitur

-

- Advertisment -

Mahfud MD Minta Satgas BLBI Segera Eksekusi Aset Debitur

KLIKKABAR.COM, JAKARTA –  Menko Polhukam  Mahfud MD  meminta Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) segera melakukan eksekusi aset.

Mahfud menyatakan, terhadap aset-aset yang memang sudah bisa dipastikan clean and clear dokumen-dokumennya, supaya segera dilakukan eksekusi baik dengan pemasangan plang secara permanen di aset properti, pemblokiran, penyitaan maupun penjualan atas aset tersebut dan hasilnya menjadi penerimaan negara.

Ketua Pengarah Satgas BLBI ini berpendapat, penambahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat tugas dan fungsi Satgas Dana BLBI, sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021.

“Ke depan masih banyak upaya-upaya yang terus dilakukan untuk memulihkan piutang negara dari para Obligor/Debitur BLBI. Tindakan-tindakan yang telah dirumuskan dan dibahas dalam setiap rapat Pokja Satgas Penyelesaian Hak Tagih Negara Dana BLBI harus segera ditindaklanjuti dengan tindakan nyata,” ujar Mahfud, Jakarta, Senin (26/7/2021) dikutip dari Antara.

Mahfud meminta langkah hukum lainnya juga harus dipastikan. Hal ini agar negara mendapatkan kembali hak-haknya dan dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Untuk itu saya berpesan bahwa setiap upaya yang dilakukan nantinya harus dipastikan merupakan langkah-langkah yang tepat, fokus, terpadu, sinergis dan kolaboratif antarkementerian/lembaga,” tandas Mahfud.

Pemerintah melantik Kelompok Kerja (Pokja) Satuan Tugas atau Satgas BLBI, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021. Pelantikan ini, menegaskan langkah pemerintah menagih semua utang dari bantuan dana BLBI kepada obligor dan debitur.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, berharap semua obligor dan debitur BLBI untuk kooperatif dan tidak menghindar.

“Pemerintah akan melakukan penagihan yang jumlahnya Rp 110,45 triliun. Itu akan ditagih semuanya dan kami berharap agar semua obligor dan debitur yang akan ditagih itu bekerja sama dan kooperatif karena itu uang negra,” kata Mahfud Md usai acara pelantikan di kantor Kementerian Keuangan pada Jumat 4 Juni 2021.

Mahfud menegaskan tidak ada yang bisa bersembunyi. Pasalnya, pemerintah dan Satgas sudah mengantongi semua data untuk melakukan penagihan utang.

“Tidak bisa bersembunyi karena ini ada semua daftarnya, jadi kami tahu Anda tahu. Mari kooperatif saja, ini untuk negara dan Anda harus bekerja juga untuk negara,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda