Lawan Moeldoko, Demokrat Tunjuk Eks Ketua MK di Pengadilan

-

- Advertisment -

Lawan Moeldoko, Demokrat Tunjuk Eks Ketua MK di Pengadilan

KLIKKABAR.COM, JAKARTA-  Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva menjadi penasihat hukum DPP Partai Demokrat dalam menghadapi gugatan kubu Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang di PTUN Jakarta. Gugatan terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly itu diajukan oleh Moeldoko dan Jhoni Allen Marbun.

Hamdan menjelaskan Moeldoko dan Jhoni Allen tak memiliki kedudukan hukum alias legal standing. Dia cukup yakin hakim akan obyektif dan adil menolak gugatan tersebut.

“Keduanya masih mengaku sebagai Ketum dan Sekjen Partai Demokrat, padahal pemerintah sudah tegas tidak mengakui KLB Deli Serdang. Jadi jelas tidak ada dasar hukum mereka untuk menggugat Menkumham,” kata Hamdan, Rabu (14/7/2021).

Hamdan menuturkan, surat jawaban Menkumham tertanggal 31 Maret 2021 sudah benar dan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. Menurut dia, secara hukum akan terbukti bahwa surat jawaban Menkumham itu tepat secara hukum.

Hamdan menjelaskan, gugatan terkait AD/ART bukan wewenang PTUN. Ia mengatakan batas waktu gugatan semestinya tak lebih dari 90 hari sejak disahkan Menkumham, seperti diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang PTUN. Adapun AD/ART Demokrat disahkan pada 18 Mei 2020.

“Ini jelas-jelas ranahnya ada di Mahkamah Partai, karena termasuk perselisihan internal partai, bukan wewenang PTUN,” kata Hamdan.

Hamdan menyebut bahwa gugatan yang diajukan Moeldoko kabur lantaran tak jelas antara gugatan dan substansinya. Dalil gugatan adalah keberatan terhadap surat jawaban Menkumham, tetapi substansinya mempersoalkan hasil kongres 2020 tentang AD/ART dan keterpilihan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umum Demokrat.

“Gugatan ini kabur dan tidak jelas,” tegasnya.

Menurut Hamdan, sudah sepatutnya majelis hakim menolak gugatan tersebut demi tegaknya keadilan dan kepastian hukum.

Kuasa hukum KLB Demokrat Deli Serdang, Rusdiansyah, meminta Hamdan tak membicarakan materi gugatan di publik sebab itu akan dibahas dalam persidangan dan diputuskan oleh majelis hakim.

“Tidak perlu panik menghadapi materi gugatan klien kami. Soal gugatan kabur atau tidak, mari sama-sama ikuti saja proses persidangan,” kata Rusdiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda