Ketum RNA: Kasian rakyat dicecoki obat kebencian terus

-

- Advertisment -

Ketum RNA: Kasian rakyat dicecoki obat kebencian terus

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis (RNA) 98 Sayed Junaidi Rizaldi menegaskan bahwa konsep negara gagal atau Failed Nation itu sangat kental dengan ego Amerika.

“Saran saya baca buku Noam Chomsky yang berjudul The Failed States : The Abuse of Power and The Asault On Democracy, disitu menjelaskan konsep negara gagal muncul dan kenapa jadi propaganda Amerika, dan standar gandanya konsep tersebut,” katanya. Jumat 9 Juli 2021.

Bahkan ia juga menjelaskan, yang menarik dari konsep negara gagal karena konsep gagal variabel nya abu-abu atau bias.

“Sehingga para ahli tidak ada kesepahaman apa itu konsep negara gagal, konteks ini egonya Amerika ya,” tegas lulusan pasca politik UI ini.

Menurutnya, kritik adalah hal yang wajar akan tetapi harus ideal dan sesuai. “Jangan sampai maksudnya baik tapi salah pula tindakannya, jika bicara soal keilmuan, harus kuat bacaan dulu, jangan sampai mengunakan idiom-idiom barat, teori-teori, biar kelihatan gagah, yang dengarin dibuat terkagum-kagum, kagum karena tidak paham dan mengerti soal,” ujar penggemar kegiatan mendaki gunung ini.

“Jika kita meminjam istilah Chandhoke tentang Benturan Negara dan Masyarakat sipil, saya melihat ada yang mendorong-dorong pola ini, padahal harusnya kita fokus dulu menghadapi pandemi, semuanya kita mau pandemi cepat berlalu, pengali makam yang kerja siang malam, aparatur negara siang malam juga mencari solusi solusi terbaik,” harapnya.

Ia pun mengatakan, jika pandemi telah usai, baru para kontestan bertarung secara jantan pada pilpres 2024.

“Kasian rakyat dicecoki obat kebencian terus, jika negara ini terbelah-belah, bagaimana pertanggungjawaban kita pada pendiri bangsa ini, pada anak cucu kita nanti ?,” tanya putra Riau ini menutupi pembicaraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda