Kemlu: WHO Tidak Kritik Vaksin Covid-19 Berbayar di RI

-

- Advertisment -

Kemlu: WHO Tidak Kritik Vaksin Covid-19 Berbayar di RI

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Duta Besar Grata Werdaningtyas dari Jenewa menyatakan WHO tidak mengkritik wacana vaksin Covid-19 berbayar di Indonesia. WHO hanya mengkritik vaksin berbayar bila dari COVAX, bukan dari skema Vaksin Gotong Royong.

 “WHO akan terus mendukung upaya negara dalam penanganan pandemi Covid-19 dan tidak dalam posisi mengkritisi kebijakan Indonesia dalam penyediaan Vaksin Covid-19,” kata Duta Besar Grata Werdaningtyas dari Jenewa melalui situs Kementerian Luar Negeri, Sabtu (17/7/2021).

“Vaksin dari COVAX Facility akan diberikan secara gratis kepada kelompok prioritas,” lanjut pernyataan di situs Kemlu.

“Dalam hal ini, pasokan vaksin Gotong Royong tidak menggunakan alokasi vaksin dari COVAX Facility dan tidak bersumber dari APBN.”

Kemlu mengutip pernyataan WHO bahwa: “Sekretariat WHO tidak berposisi untuk mengkritisi kebijakan negara anggota, melainkan akan terus mendukung negara, termasuk Indonesia, dalam mengatasi pandemi.”

Transkrip wawancara yang ditulis WHO berbeda dari narasi Kemlu. Saat itu, WHO menjawab pertanyaan rencana vaksin Gotong Royong berbayar dari VOA Indonesia. WHO menjawab bahwa vaksin berbayar tidak etis.

“Pembayaran apa pun dapat menghadirkan masalah etis dan akses dan terutama saat pandemi ketika kita butuh pemerataan dan vaksin yang menggapai orang-orang yang paling rentan,” ujar Kepala Unit di bagian Imunisasi WHO Dr Ann Lindstrand.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda