Kemlu dan KBRI New Delhi Berhasil Pulangkan 28 Nelayan Aceh

-

- Advertisment -

Kemlu dan KBRI New Delhi Berhasil Pulangkan 28 Nelayan Aceh

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Ngeeri dan KBRI New Delhi berhasil memulangkan 28 orang nelayan kapal KM BSK 45 asal Aceh menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Para nelayan tiba di Jakarta pada Sabtu dini hari (30/01/2021). Mereka sebelumnya sebelumnya ditahan di Andaman, India sejak Maret 2020 karena tuduhan memasuki wilayah India tanpa membawa dokumen yang lengkap dan diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Perairan Andaman.

Upaya perlindungan diberikan oleh Kementerian Luar Negeri dan KBRI New Delhi sejak awal penahanan. Perlindungan diberikan antara lain melalui bantuan hukum, kunjungan kekonsuleran di penjara, dan pemberian bantuan logistik.

Setelah menjalani proses peradilan, pada tanggal 8 Januari 2021, ke-28 nelayan tersebut akhirnya berhasil dibebaskan.

“Sebelum memfasilitasi kepulangan ke Indonesia, KBRI New Delhi juga melakukan tes PCR untuk memastikan para nelayan tidak terpapar Covid-19,” bunyi keterangan resmi Kemlu RI yang dikutip, Sabtu (30/1).

Setibanya di Jakarta, para nelayan menjalani karantina sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19.

Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pengaturan kepulangan dan pemberdayaan mereka selanjutnya di daerah asal.

Selama tahun 2020, Kementerian Luar Negeri berhasil mengupayakan pembebasan dan pemulangan 22 nelayan asal Aceh dari India dan 51 nelayan asal Aceh dari Thailand.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, ke 28 nelayan tersebut terbukti menyalahi teritori kelautan pemerintah India, sehingga terpaksa ditahan selama 11 bulan di India.

Almuniza melajutkan, untuk sementara, ke 28 nelayan tersebut akan terlebih dahulu diinapkan di hotel Mercure Gatot Subroto, guna menjalani proses karantina, sekaligus akan dilakukan swab untuk mengindari terjangkitnya Covid-19.

“Mereka akan dikarantina selama lima hari. Setelah itu baru dipulangkan ke Aceh usai dipastikan bebas dari Covid-19,” jelas dia.

Adapun ke 28 nelayan Aceh tersebut adalah Afdharuddin, Sigli, Pidie, Mansur Mustafa, Tringgadeng, Pidie Jaya, Samsul Kahar Kaoy, Sigli, Pidie, Basri Jeunieb, Bireuen, Ferri, Neuheun Aceh Besar, M Amin Ismail, Peulimbang, Bireuen, Amri, Batee, Pidie dan Irwan, Peulimbang, Biruen.

Kemudian Safwadi, Samalanga, Bireuen, Hendra Syahputra, Sigli, Pidie, Husaini, Meurahdua, Pidie Jaya, Sabarullah, Trienggadeng, Pidie Jaya, Tarmidi, Rawa, Pidie, Samudi, Batee, Pidie, Muhammad Tawakal, Pandrah, Bireuen.

Selanjutnya Basri, Syiah Kuala, Banda Aceh, Sulaiman Daud, Neuheun, Aceh Besar, Hayatullah, Batee Pidie, Helmi Arahman, Samalanga, Bireuen, Saiful Abu Bakar, Peureulak, Aceh Timur, Muhammad Zaini, Panga, Aceh Jaya, Sofyan Lotan, Batee, Pidie, A Karim, Batee, Pidie, Muhib Muddin, Batee, Pidie, Husaini, Lhoksumawe, Ulul Azmi, Kota Binjei, Aceh Timur, Al Fazil, Samalanga, Bireuen, Sulaiman, Lampulo, Banda Aceh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda