Hanung Operasi Saraf Kejepit, Tandai 5 Gejala

-

- Advertisment -

Hanung Operasi Saraf Kejepit, Tandai 5 Gejala

Sutradara  film Hanung Bramantyo menjalani  operasi saraf kejepit di RS TNI AU Yogyakarta pada Selasa (14/9/2021).  Hanung menjalankan pen percutaneous cervical epydural neuroplasty injection. Yaitu metode penyembuhan saraf kejepit dengan cara disuntikkan cairan obat langsung ke pusat saraf ini yang di leher, di rumah sakit.

Berikutini gejala saraf jejepit yang  yang dikutip dari helodokter.   Sering sakit pinggang  bisa jadi keluhan tersebut merupakan gejala saraf kejepit, yang jika dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi berbahaya.

Saraf kejepit alias HNP (Hernia Nukleus Pulposus) adalah gangguan kesehatan yang umumnya karena penuaan. Pekerjaan atau kebiasaan mengangkat benda berat dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Saraf kejepit paling sering terjadi di tulang belakang bagian bawah atau daerah lumbal. Selain itu, daerah leher (cervical) juga tak luput dari incaran kondisi tersebut.

Saat mengalami saraf terjepit, seseorang dapat mengalami gejala-gejala yang khas. Beberapa gejala saraf kejepit yang dimaksud, antara lain:

1. Nyeri Lokal di Daerah Saraf yang Terjepit

Nyeri adalah gejala saraf kejepit yang pasti dirasakan. Keluhan ini bisa bervariasi, dari nyeri ringan hingga berat, tergantung seberapa parah posisi dan ukuran herniasinya. Nyeri yang dirasakan juga bisa menjalar ke bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan atau paha. Selain itu, nyeri bisa bertambah berat jika penderita berjalan, duduk, batuk, atau bersin.

2. Kesemutan Hingga Mati Rasa

Gejala saraf kejepit yang juga sering dirasakan adalah kesemutan atau mati rasa. Gejala ini juga bergantung pada seberapa parah posisi dan ukuran herniasi. Kesemutan atau mati rasa bisa menyebar di bagian tubuh lain di sekitar saraf kejepit tersebut. Jadi, tidak hanya pada bagian saraf yang bermasalah, tapi bisa juga terjadi pada lengan atau paha.

3. Sensasi Terbakar

Rasa seperti terbakar atau panas pada bagian yang mengalami saraf kejepit  karena tekanan pada satu atau beberapa saraf di bagian leher maupun punggung, tergantung letak saraf kejepitnya.

4. Kelemahan Otot

Otot-otot yang dilewati oleh saraf bermasalah dapat mengalami pelemahan, sehingga dapat mempengaruhi kemampuan Anda dalam beraktivitas sehari-hari.

Jika yang terkena saraf kejepit adalah di leher, maka otot bagian tubuh tersebut sampai tangan bisa melemah dan akhirnya muncul keluhan susah mengangkat tangan.

5. Gangguan BAK dan Disfungsi Seksual

Biasanya timbul jika keluhan sudah berkomplikasi menjadi penyakit lain, yaitu sindrom cauda equina. Kondisi ini terjadi akibat adanya penekanan saraf bagian bawah tulang belakang secara terus-menerus.  Nyeri di bagian punggung, mati rasa di pangkal paha, dan otot kaki semakin lemah.

Cegah saraf  kejepit dengan menghindari posisi bungkuk ketika mengambil benda di lantai. Lebih baik jongkok terlebih dahulu.

Berolahraga teratur juga dapat dilakukan agar otot punggung lebih kuat sehingga dapat melindungi tulang belakang. Stretching atau peregangan juga sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko saraf kejepit.

Menjaga postur postur tubuh tetap baik saat berjalan, duduk, dan berdiri. Raih dan pertahankan pula berat badan ideal, karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko HNP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda