Gerakan 10 Ribu/Bulan Serahkan Rumah ke Dhuafa

-

- Advertisment -

Gerakan 10 Ribu/Bulan Serahkan Rumah ke Dhuafa

Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia (Rumoeh GARDA Indonesia) pada Sabtu (27/11/2021) menyerahkan kunci rumah kepada Ibu Hadijah HS (52), warga Desa Sejahtera,  Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya.  Rumah layak huni berkode 002 itu merupakan hasil aksi sosial Rumoeh GARDA Indonesia melalui #gerakan10ribu dengan konsep donasi rutin Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah)  per bulan bagi para donatur yang telah bergabung.

Koordinator Bidang Konstruksi Rumoeh GARDA Indonesia, Drs. Jufrinal dalam laporannya menyampaikan, proses pembangunan rumah kedua (R002) dari program #gerakan10ribu ini memakan waktu 90 hari kerja dan menelan biaya sebesar Rp. 99.523.000,-.

“Untuk pembiayaan pembangunan rumah kedua ini seluruhnya bersumber dari program donasi Rp10.000/bulan. Dana yang dihabiskan untuk pembangunan yang akan ditempati oleh Ibu Hadijah HS dan suami serta kedua anaknya tersebut menghabiskan dana sejumlah Rp. 99.523.000,- (Sembilan Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari bahan dan alat sebesar Rp. 79.523.000 dan ongkos tukang Rp. 20.000.000,-.” Ujar Jufrinal

Inisiator Rumoeh GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, M.Sc dalam sambutannya merasa bangga kepada masyarakat dan Pemerintah Aceh Barat Daya yang telah mendukung sepenuhnya gagasan #gerakan10ribu ini, dengan sangat antusias masyarakat Abdya dari berbagai lapisan masyarakat dan beragam profesi ikut bergabung sebagai donatur dalam program sosial pembangunan rumah dhuafa ini.

“Alhamdulillah kami merasa terharu dan berterima kasih kepada pemerintahan Aceh Barat Daya yang dalam hal ini, mulai dari sosialisasi, penggalangan donasi dan proses pembangunan dikomandoi langsung oleh Bapak Muslizar, MT. Padahal beliau orang nomor 2 di Abdya yang notabenenya punya kesibukan yang sangat padat, namun selalu menyempatkan diri memberi perhatian penuh terhadap program ini, sehingga rumah kedua ini dapat kita serah terimakan hari ini,” kata Aduwina Pakeh

Menurutnya, sejak program ini diluncurkan pada Juli 2020 lalu, Pak Muslizar menjadi pejabat aktif pertama selevel Wakil Bupati yang ikut bergabung dan menjadi Penggerak GARDA Indonesia yang sangat aktif menggerakkan seluruh jaringan yang dimilikinya untuk mendukung program ini, tidak segan untuk mensosialisasikan gagasan sederhana kepada siapapun.

“Bahkan seluruh Camat di Abdya ini telah bergabung sebagai donatur tetap, dari unsur TNI/POLRI, ASN, Guru, pengusaha, petani, mahasiswa, Ibu Rumah Tangga dan beragam profesi lainnya,” lanjut Aduwina Pakeh.

Menurut Aduwina Pakeh, dulu orang Aceh merupakan orang-orang yang memiliki sosial sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah catatan sejarah seperti sumbangan 2 unit pesawat terbang RI 001 dan RI 002 untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan itu merupakan hasil dari kegiatan-kegiatan sosial seperti ini.

“Mari kita tunjukkan solidaritas kita, kepedulian kita kepada sesama, masih banyak warga Aceh yang hidup dirumah-rumah tidak layak huni, dengan ikut berdonasi hanya Rp.10.000,-/bulan Insya Allah kita akan dapat memberikan senyum ditengah-tengah keluarga kaum dhuafa,” ajak Aduwina.

R002 merupakan rumah kedua yang dibangun dari donasi #gerakan10ribu. Gerakan ini tidak semata-mata tujuannya untuk membangun rumah layak huni, akan tetapi lebih kepada ingin membangkitkan kembali kepedulian sosial umat Rasulullah SAW yang mulai pudar di tengah-tengah masyarakat dewasa ini.

Muslizar, MT selaku penggerak utama GARDA Indonesia untuk wilayah Abdya mengapresiasi atas keputusan memilih kabupaten setempat untuk pembangunan R002. Ia mengajak agar masyarakat Abdya  mendukung program mulia tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, rumah kedua yang dibangun dari program #gerakan10ribu tersebut atas nama Hajidah HS, warga gampong Sejahtera, Kecamatan Manggeng, Abdya. Hadijah sehari-hari bekerja sebagai pemulung atau pencari barang bekas di kawasan setempat.  Ia tinggal bersama suami dan kedua anaknya di rumah berkonstruksi kayu dan pelepah rumbia serta berlantai tanah.  Sementara suaminya Sarwani, sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas di gampong asalnya Samatiga, Aceh Barat.

Atas pembangunan rumah tersebut, Hadijah maupun Sarwani mengucapkan terima kasih kepada GARDA Indonesia yang telah bersedia membangun rumah keluarganya.

“Alhamdulillah, memang kalau saya bangun sendiri tidak sanggup, apalagi saya jarang pulang, karena harus bekerja keras demi menyambung hidup keluarga,” ujar Sarwani.

Rumah permanen bertipe 45 ini dibangun sejak Juni 2021 dan selesai pada awal Oktober 2021. Turut hadir dalam prosesi serah terima yang berlangsung sederhana dan khidmat itu Wakil Bupati Abdya, Muslizar M,T yang juga selaku penggerak utama GARDA Indonesia di Abdya, Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Muhammas Nasution, SIK, Dandim 0110/Abdya, Letkol Inf Ahcmad Hisom Baihaki SIP, Ketua MPU Abdya Tgk Ahmad Dahlan, Kepala Baitul Mall Abdya, Ustad Wahyudi Satria, Camat Manggeng, Hamdani. Turut hadir keuchik dan aparatur desa serta para penggerak GARDA Indonesia lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda