Fatwa Muhammadiyah: Qurban Sebaiknya Dikonversi ke Uang

-

- Advertisment -

Fatwa Muhammadiyah: Qurban Sebaiknya Dikonversi ke Uang

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan fatwa beberapa hal yang terkait pelaksanaan Shalat Idul Adha dan Qurban 1442 H/2021.

“Merujuk kepada Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 26 Rajab 1441 H/21 Maret 2020 M yang menjadi Lampiran Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 02/Edr/I.0/E/2020 Tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19, dan Fatwa tanggal 03 Zulkaidah 1441 H/24 Juni 2020 M yang menjadi Lampiran Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 06/EDR/I.0/E/2020 Tanggal 03 Zulkaidah 1441 H/24 Juni 2020 M, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memandang perlu menetapkan fatwa ini,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, mengutip keterangan resmi KPCPEN, Senin (19/7/2021). 

Abdul mengatakan, perlunya bersama-sama berusaha mengatasi Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah kecuali untuk kepentingan yang sangat urgen dan jika ditinggalkan akan menimbulkan masalah/kemudaratan seperti kepentingan pekerjaan bagi yang sangat membutuhkan, pemenuhan kebutuhan pangan dan kesehatan, dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan mempertimbangkan keselamatan jiwa.

“Sebagai langkah pencegahan dan sebagai bagian dari kehati-kehatian mencegah kemudharatan yang lebih besar akibat tingginya kasus positif Covid-19, masjid dan musala untuk sementara waktu agar dinonaktifkan terlebih dahulu dari segala aktivitas yang melibatkan jamaah,”  ungkapnya.

Dia mengimbau segala ibadah baik yang sunah maupun fardu yang melibatkan jamaah hendaknya dilaksanakan di rumah. Adzan sebagai penanda masuknya waktu shalat tetap dikumandangkan pada setiap awal waktu shalat wajib dengan mengganti kalimat “hayya ‘alas salah” dengan “sallu fi rihalikum” atau lainnya sesuai dengan tuntunan syariat.

Abdul menambahkan, segala usaha mengatasi Covid-19 termasuk vaksinasi adalah ikhtiar pencegahan, penurunan risiko penularan dan menghilangkan kedaruratan.

Terkait Idul Adha 1442, dia mengatakan, takbir keliling juga tidak disarankan dan sebaiknya dilakukan di rumah. Shalat Idul Adha di lapangan/masjid/tempat fasilitas umum sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan.

“Shalat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti shalat Id di lapangan,” ujarnya.

Qurban sebaiknya dikonversi berupa dana dan disalurkan melalui Lazismu untuk didistribusikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar atau diolah menjadi kornet (kemasan kaleng).

“Jika ada penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan [RPH] agar lebih sesuai syariat dan higienis,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda