Efek PPKM, Okupansi Pasien Covid di RS Menurun

-

- Advertisment -

Efek PPKM, Okupansi Pasien Covid di RS Menurun

KLIKKABAR.COM, JAKARTA—Efek PPKM Level 3-4 mulai terlihat di hari-hari terakhir penerapannya pada 25 Juli 2021. Bisa menekan jumlah kasus konfirmasi positif dari kisaran 50.000-an per hari menjadi 40.000-an per hari, tingkat okupansi pasien Covid-19 di rumah sakit. Okupansi pasien Covid-19 di RS di sejumlah daerah episentrum pandemic, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat turun 3—5 persen dari sebulan terakhir.

Data terakhir Kementerian Kesehatan (Kemenkes), okupansi rumah sakit di DKI Jakarta turun dari 84 persen menjadi 81 persen. Sementara di Jawa Barat, tingkat okupansi pasien Covid-19 di rumah sakit turun dari 81 persen ke level di bawah 70 persen.

Bahkan, rumah sakit swasta dengan okupansi nyaris menyentuh 100 persen pada akhir Juni lalu sudah memiliki ruang lebih untuk menampung pasien Covid-19, baik untuk perawatan di ruang isolasi maupun ICU.

Presiden Direktur Medikaloka Hermina [HEAL] Hasmoro mengatakan okupansi di ruang isolasi rumah sakit susut dari 100 persen menjadi 88 persen, sedangkan ICU kembali dapat menampung pasien pada pekan ini.

“Okupansi di Hermina Group turun dalam sepekan terakhir. Okupansi turun sekitar 12 persen dari 100 persen menjadi 88 persen. Untuk ruang ICU, pekan ini kami juga sudah bisa menerima pasien setelah terisi penuh sebelum PPKM diterapkan,” ujar Hasmoro, Minggu (25/7/2021).

Hasmoro mengatakan penurunan yang terjadi mengurangi kekhawatiran rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19. Terutama menyangkut ketersediaan perlengkapan perawatan pasien, seperti ketersediaan oksigen.

Sampai dengan pertengahan Juli 2021, HEAL melakukan penambahan jumlah tempat tidur, baik untuk perawatan isolasi maupun ICU. Target penambahan tempat tidur naik dari 5.300 unit menjadi 5.777 unit sebagai antisipasi.

Hasmoro menyebut, penambahan jumlah tempat tidur pasien Covid-19 mengurangi jumlah yang sebelumnya tersedia untuk pasien bukan pengidap Covid-19. Untuk pasien bukan pengidap Covid-19 yang menjalani rawat inap jumlah turun sekitar 20 persen.

“Kamar yang digunakan untuk pasien bukan pengidap Covid-19 itu yang kami gunakan untuk antisipasi jika PPKM tidak dilanjutkan,” ujarnya disadur dari bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda